AsmaraPojok #UNYu

9 Hal Yang Bikin ‘Krispi’ Antara Gamer dan Pasangannya

Halo kawula muda. Kali ini saya akan membahas soal asmara. Kalau membahas soal asmara dan kawula muda, istilah yang sering dipakai adalah kata “pacar”. Hmm namun disini saya akan menggunakan kata “pasangan”. Ya walaupun belum tentu sih esok akan menjadi pasangan hidup atau tidak hehe.

Gamer dan Pasangan
pic : kotakgame.com

Pasangan kalian adalah tipe yang mana gaes? Tipe olahragawan? Yang jago matematika? Yang romantis dan jago nulis puisi? Yang pinter bikin lagu dan suka main gitar? Yang gamer? Atau yang biasa-biasa saja? Hehehe. Berikut beberapa persoalan antara gamer dan pasangannya. Cekidot!

1. Nggak kecanduan main game.

Nah, ini berlaku bagi yang gamer. Kalau kamu main game dan nggak kecanduan, apalagi nggak tiap hari sebenarnya itu nggak masalah sih. Dan pasanganmu nggak bakal ninggalin kamu kok. Sedikit demi sedikit pasanganmu juga mulai paham kalau itu memang hobimu. Misal kamu main game sekitar 30 menit, setelah itu waktu yang tersisa harus kamu gunakan buat pasangan kamu. Kan kasihan pasanganmu udah nungguin juga.

2. Main game karena nggak ada kerjaan.

Rata-rata, seorang gamer melakukan aktivitas game ya karena nggak ada kegiatan lain lagi yang dilakukan. Misal kamu habis jalan sama pasanganmu yang gamer itu, terus udah pulang dan capek. Mungkin kamu akan istirahat dan nggak smsan atau chattingan. Apalagi pasangan kamu itu juga udah selesai dengan semua tugas kuliahnya. Terus mau ngapain lagi? Untuk mengurangi kebosanannya, pasanganmu yang gamer itu mengalihkannya dengan cara main game. Jadi, jangan dimarahi ya kalau pasanganmu main game lagi. Kan tadi juga udah jalan-jalan hehe.

3. Cari tahu sedikit tentang game yang dia mainkan.

Nah ini berlaku buat kalian yang bukan gamer. Ya sih, rata-rata gamer itu seorang laki-laki, terus pasangannya alias si perempuan anti banget sama game. Hmm agar hubunganmu makin mesra dan ‘krispi’ dengan si gamer, kamu bisa lho cari tahu atau tanya-tanya tentang game yang dia mainkan. Ya walaupun sekedar basa-basi atau sebenarnya kamu juga nggak paham karena asal tanya aja hehe. Misalnya “eh game-nya bagus nggak?”, “gimana mainnya?”, “menang nggak nih?”. Pertanyaan simpel seperti itu bisa menghangatkan hubungan kalian lho, jadi nggak ada marah-marah lagi kalau ditinggal main game. Hehehe.

baca juga : Tips untuk Mahasiswa UNY yang Suka Jejepangan

4. Kalau dia lagi main game, jangan diganggu.

Nah, ini juga berlaku buat yang bukan gamer. Jadi jika pasangan kamu lagi main game, please jangan diganggu ya. Kebanyakan orang kalau udah main game jarang ada yang mau diganggu, apalagi kalau udah addict. Misalnya kamu pengen banget minta ditemenin beli buku, kalau kamu tahu dia lagi main game, mending jangan dipaksain buat diajak pergi, mending nunggu dia selesai main baru kamu ngajak dia pergi. Atau kalau perlu mending kamu pergi sendiri atau sama teman-temanmu. Jadi kan pasanganmu yang gamer itu tidak berfikir bahwa kamu orang yang manja yang harus dituruti keinginannya. Mungkin dia malah lebih tertarik padamu karena kamu mandiri.

Baca Juga  Mengenal Lebih Dekat Prodi Pendidikan Sejarah UNY

5. Gamer itu ngerti waktu kok!

Banyak pasangan yang bukan gamer bahwa pasangannya yang gamer itu kerjaannya main game terus. Padahal enggak. Coba kamu renungkan, sebelum kamu pacaran dengan dia dan sesudah kamu pacaran dengan dia. Akan terlihat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah pacaran. Pasanganmu yang gamer itu telah banyak meninggalkan game-nya demi kamu. Jadi, secara tidak langsung kamu itu juga diprioritaskan lho.

6. Berikan solusi terbaik.

Buat kamu yang bukan gamer dan nggak suka melihat pasanganmu main game, sebaiknya kamu beri solusi terbaik. Bukan hanya menyuruh dia untuk berhenti dari main game. Main game itu juga hobi, siapa coba yang mau diatur perkara hobi pribadinya? Nggak ada kan? Jadi kamu bisa memberi solusi, atau mengajak pada kegiatan apa yang bisa dilakukan. Misalnya main basket, futsal, dan sebagainya.

Baca Juga  Kenalan dengan HIMA Diploma FE UNY Yuk! Check This Out !

7. Komunikasi itu penting.

Jadi, buat kamu yang bukan gamer jangan marah-marah dulu dong, padahal pasanganmu baru main sebentar lho. Nanti dia akan memilih game ketimbang kamu. Mereka seorang gamer main game juga untuk refreshing. Kalau belum komunikasi apa-apa dan udah marah-marah, kamu bakal ditinggal pasanganmu buat main game.

baca juga :  Ini Alasan Mengapa Sebagian Besar Wanita Terkadang Mencari Momen Untuk Menangis

8. Turnamen.

Game besar seperti DOTA itu sering diadakan turnamen lho. Kamu yang bukan gamer baiknya menyuruh dia untuk ikut turnamen itu. Dan kamu harus menyemangati dia. Siapa tahu dia menang? Hehehe.

9. Coba ikutan main.

Hal ini cukup diharapkan buat yang gamer, karena mereka merasa diperhatikan. Seorang gamer juga ingin mencoba bagaimana rasanya main game dengan pasangannya yang notabene nggak suka main game. Nah, yang bukan gamer kan bakal diajari bagaimana trik-trik main game, nah disitu nanti akan timbul bumbu-bumbu asmara yang akan menguatkan hubungan kalian.

Jadi, pasanganmu mau bertipe apa aja, sayangilah dia apa adanya. Cobalah sedikit untuk masuk ke dalam dunianya. Nantinya akan timbul bumbu asmara yang dapat menguatkan hubungan kalian. Ciyeee.

Bekti Renggani

Sastra Indonesia | 2014 | Mahasiswi yang suka nonton anime dan makan makanan Jepang

Related Articles

Back to top button
Close
X