Pojok #UNYuUNY Banget

Anggraini Riandani, Mahasiswi UNY Lulus 3,5 Tahun ‘Tanpa Skripsi’

Tugas Akhir Skripsi atau TAS merupakan salah satu syarat utama seorang mahasiswa untuk mendapatkan gelar sarjana. Hal ini menuntut mahasiswa untuk menghasilkan sebuah karya tulis ilmiah dengan melakukan penelitian di lapangan. Namun, hal ini tidak berlaku untuk Anggraini Riandani Mahasiswi UNY, mahasiswa Pendidikan Bahasa Jerman UNY angkatan 2016. Ia memperoleh gelar sarjananya ‘tanpa harus menulis skripsi’. Hal tersebut menimbulkan tanda tanya besar di kalangan mahasiswa. Bagaimana bisa mahasiswa lulus tanpa menulis skripsi?

doc. Anggraini Riandani

Bermula pada November tahun 2018, saat Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) yang diselenggarakan oleh Kemenristek Dikti (waktu itu) membuka pendaftaran proposal PKM. Pada Maret 2019 ia beserta tim menjadi salah satu pengusul proposal PKM yang kemudian berhasil lolos terdanai untuk merealisasikan program yang mereka usung. Program ini mirip seperti halnya Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang biasanya dilakukan oleh mahasiswa semester tujuh perkuliahan, karena Anggra dan tim memilih kategori PKM Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM-M) di Dusun Gerjo, Grogol, Paliyan, Gunungkidul. Kemudian, setelah program selesai dilaksanakan barulah Anggra dan tim melakukan presentasi untuk seleksi ke tahap nasional di hadapan juri nasional. Hingga selang 3 minggu setelah itu, mereka dinyatakan sebagai salah satu dari 22 tim perwakilan UNY yang berhasil lolos ke tahap nasional atau Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS).

PIMNAS merupakan ajang puncak PKM yang menghadirkan ribuan mahasiswa di seluruh Indonesia dan dari perguruan tinggi negeri maupun swasta yang berada di bawah naungan Kemenristek Dikti. Tercatat PIMNAS ke-32 yang dilaksanakan di Universitas Udaya Bali pada akhir Agustus 2019 lalu merupakan jumlah peserta terbesar dari tahun-tahun sebelumnya, diikuti oleh 1.614 mahasiswa dan 460 dosen pendamping. Berkat usaha dan tekad yang kuat, Anggra dan tim berhasil menyabet Medali Emas untuk kategori Presentasi sekaligun Medali Perak untuk kategori Poster. Hal itulah yang berhasil membawa mereka untuk tidak perlu menulis skripsi pada umumnya sebagai syarat kelulusan.

Baca Juga  Arti di balik Emot :D

Sesuai dengan Peraturan Rektor Universitas Negeri Yogyakarta Nomor 36 Tahun 2019 tentang Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta pasal 2 b yang berbunyi bahwa “RPL bagi mahasiswa UNY bertujuan untuk mendapatkan pengakuan Capaian Pembelajaran untuk disetarakan dengan kualifikasi tertentu, seperti nilai A- atau A, bebas ujian, skripsi, tesis, dan disertasi”. Adapun persyaratan untuk mendapatkan pengakuan tersebut tertuang dalam pasal 3 g yaitu, “Ekuivalensi Medali Emas pada Kejuaraan PIMNAS/POMNAS/PEKIMINAS atau yang setara dan relevan dengan bidang keahlian pada tugas akhir dengan membuat laporan penelitian secara mandiri mendapatkan nilai minimal A-”. Landasan tersebut yang membuat Anggra dan tim tidak perlu menuliskan Tugas Akhir Skripsi untuk dapat lulus dari UNY. Namun demikian, di dalam Peraturan Rektor tersebut tertulis juga bahwa mahasiswa yang bersangkutan harus membuat laporan penelitian, dimana format laporan tersebut disesuaikan seperti format skripsi.

Baca Juga  Arti di balik emot :)

Kenyataannya menyandang status mahasiswa lulusan tercepat di jurusannya tidak membuat Anggra bersenang diri. Mahasiswi yang diwisuda pada 29 Februari 2020 lalu sempat bungkam diri untuk menyampaikan kabar bahagia ini kepada teman-temannya. Hal itu karena banyak orang yang kurang menerima kelulusannya yang ‘tanpa skripsi’. Cukup wajar, karena banyak orang hanya memandang hasil tanpa melihat perjuangan seseorang dalam meraihnya.

Perjuangan yang dilaluinya kala itu benar-benar patut diapresiasi. Seperti yang ia cuitkan dalam thread di akun twitternya @mokurusdong. Saat itu ia harus menyelesaikan PKM sekaligus sedang menjalankan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) di salah satu SMA di Wonosari, Gunungkidul. Biasanya pagi hingga sore ia menjalankan tugas PLP di sekolah, kemudian sore hingga malam menyelesaikan PKM bersama tim dan baru bisa pulang ketika tengah malam. Bahkan tidak jarang Anggraini dan tim harus menyelesaikan berbagai administrasi PKM hingga pagi hari.

Itu dia sepenggal kisah dari Mahasiswi UNY yang berhasil lulus 3,5 tahun ’tanpa menulis skripsi’. Bagaimana, apakah kalian tertarik menjadi satu di antaranya?

Dika Andri Pradana

Mahasiswa S1 Pendidikan Bahasa Jerman

Related Articles

Back to top button
Close
X