AsmaraMahasiswa BangetPojok #UNYu

Beruntungnya Kamu Yang Berjodoh Dengan Anak Sastra

Sastra dan kehalusan berkata-kata. Sastra dan kelembutan jiwa. Pegiat sastra tentu memahami kedalaman setiap kata-kata yang terlontar dari pasangan hatinya. Bukan apa-apa, tapi sastra juga mencakup tentang kepekaan rasa. Gak lama-lama deh, cuma ingin menyugesti semesta bahwa beruntungnya kamu yang berjodoh dengan anak sastra. Why? Ini alasannya.

anaksastra

Humanis

Memiliki pendamping hati anak sastra dijamin akan membawa waktumu menjadi lebih berharga. Mengapa? Mereka itu humanis dan peka rasa. Meskipun pada beberapa anak sastra secara cover terlihat cuek, apa adanya, atau bahkan mungkin berantakan, tapi humanisme mereka sangat hangat.

Open Minded

Setiap hari membaca novel, puisi, atau naskah yang menawarkan beragam kisah, secara tidak langsung juga membentuk kepribadian anak sastra menjadi open minded. Anak sastra sangat mudah akrab dan diakrabi karena mereka sangat terbuka, tidak membeda-bedakan, dan welcome dengan perubahan keadaan. Perkenalan semenit saja dengan anak sastra, akan bisa mengubah perasaanmu yang biasa menjadi tidak biasa. Ini bukan karena ada magis di dalamnya ya, gaes. Bukan. Tapi melalui pembawaan yang open minded itu jelas meninggalkan kesan mendalam. Kebayang kan betapa cerianya harimu kalau pendamping hatimu itu orang sastra?

Baca Juga  Pengen Kuliah di Pendidikan Matematika UNY ? Yuk Intip Keasyikannya

menantu-idaman-adalah-anak-sastra-3

Sangat Toleran dan Fleksibel

Membaca dan membaca akan membentuk jiwa yang makin mempesona. Aktivitas membaca yang selalu dilakukan anak sastra membentuk mereka menjadi pribadi yang fleksibel dan lebih luwes terhadap pembaharuan keadaan, apalagi menempatkan diri saat ada orang baru datang. Selain itu, mereka juga sangat toleran dan menghargai. Dengan orang lain saja menghargai apalagi dengan pasangannya? Ya kan? Intinya, berdampingan dengan anak sastra itu gak bakal malu-maluin, justru malah kamu yang kerap tersipu malu karena terlalu cinta.

baca juga : Lika-liku Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia

Romantis

Konteks menggombali dan romantis itu sepintas terasa sama ya, gaes. Tapi selami sejenak, dua hal itu berbeda sesungguhnya. Romantisnya anak sastra sangat berkualitas, gaes. Keromantisan yang ditunjukkan ke pasangan tidak melulu melalui kata-kata tapi lebih pada sikap. Bayangkan, jika pendamping hatimu itu anak sastra dan kalian sedang marahan misalnya, maka si doi akan menawarkan solusi lain untuk menuntaskan masalah.

Baca Juga  Nurul, Anak Buruh Bangunan Peraih IPK 4.0 di UNY

Cowok: Kamu marah sama aku cuma gara-gara aku ke toko buku?

Cewek: Kamu lupa kalau punya janji ke aku, malah pergi ke toko buku.

Cowok: Aku gak lupa kok.

Cewek: Trus?

Cowok: Aku cuma cari buku aja buat kamu. Nih bukunya.

Cewek: Buku apa ini?

Cowok: Buku tentang mengelola kecerdasan emosi. Anak-anakku berhak lahir

    dari rahim seorang ibu yang cerdas emosinya.

Ah, speechles, gaes.

Finally, hangat sekali kan anak sastra? Beruntungnya kamu yang berjodoh dengan anak sastra. Bagimu yang masih belum berpendamping hati, silakan berpikir berulang kali jika ada niatan memblacklist anak sastra sebagai calon pendamping hatimu sebelum menyesal di hari nanti.

Dy Zhisastra

Saya menyayangi mereka yang menyayangi saya | Pegiat Sastra Universitas Negeri Yogyakarta

Related Articles

Back to top button
Close
X