JogjakuPojok #UNYu

Butuh Refreshing, Let’s Go Camping!

Musim kemarau adalah saat yang tepat untuk berjalan-jalan keluar rumah. Menikmati keindahan pantai yang sedang pasang, atau menikmati keindahan pegunungan yang menyegarkan. Cara yang paling tepat menikmati keduanya adalah dengan camping. Mendirikan tenda, dan menikmati keindahan alam bersama orang-orang tercinta seperti sahabat, atau juga keluarga.

Menikmati keindahan di salah satu sudut Jogja, dengan melakukan camping seperti umumnya para pemuda atau pelajar Jogja lakukan. Camping bersama sahabat tercinta, dan membuat sebuah momen bersama yang akan terkenang sampai tua. Cukup hanya melakukan hal sederhana dengan menginap semalam dan mendirikan tenda di pinggiran pantai.

3

Sebenarnya hampir semua pantai di Jogja bisa digunakan untuk camping. Hanya saja, kembali pada preferensi kita masing-masing, mana pantai yang lebih nyaman. Salah satu pantai yang dapat digunakan untuk camping adalah pantai Sadranan. Pantai yang memiliki pasir putih, dan keindahan laut yang khas itu menjadi daya tarik tersendiri untuk menjadi tempat tujuan camping para pemuda atau pelajar Jogja.

Baca juga : 5 Wisata Embung di Yogyakarta, Wajib kamu Kunjungi

Akses yang mudah dan dengan pemandangan ratusan pegunungan karst di setiap perjalanannya, juga merupakan nilai tambah bagi masyarakat yang ingin melepas penat di area pesisir pantai Gunung Kidul. Mengingat, Gunung Kidul merupakan salah satu dari tiga daerah yang termasuk dalam Kawasan Karst Gunung Sewu. Kawasan yang oleh UNESCO ditetapkan sebagai bagian dari Global Geopark Network (GGN), setelah Gunung Batur yang berada di pulau Bali.

Baca Juga  Hai CAMABA, Fasilitas Berikut Ini Akan Membuatmu Semakin Tertarik Kuliah di UNY

Touring dengan mengendarai sepeda motor, saling menjaga dan memperhatikan satu sama lain selama perjalanan, dan menikmati keseruan di sela-sela peristirahatan, adalah cara yang paling tepat untuk menikmati perjalanan bersama teman-teman. Dengan begitu, perjalanan yang memakan waktu sekitar dua jam itu tak akan terasa melelahkan. Terlebih jika perjalanan dimulai saat mendekati sore hari. Sehingga, kita dapat menikmati matahari terbenam saat sudah sampai di pantai. Tapi sayangnya, pantai Sadranan bukan tempat yang tepat untuk menikmati matahari terbenam. Karena, saat musim panas matahari yang terbenam tak akan terlihat di atas pantai melainkan di balik bukit yang terletak di sebelah barat pantai.

10378957_10202129904595922_5703490767037047504_n

Begitu pula saat matahari terbit. Matahari akan muncul dari balik bukit yang berada di sebelah timur pantai. Namun, tak perlu khawatir karena matahari terbit dan tenggelam masih terlihat sangat bagus. Terlebih, jika kita beruntung dapat menikmati keindahan malam di pinggir pantai dengan bulan yang terlihat bulat yang semakin malam akan terlihat turun mendekati bumi. Saat itu, bulan terlihat seperti mengambang di atas laut, dengan refleksi yang terlihat begitu jelas, dan pancaran sinarnya yang terlihat membelah lautan dengan indahnya.

Baca Juga  Pelatihan Dasar Jurnalistik, Desain, Dan Sosial Media Untuk Kontributor Baru UNY Community

Baca juga : Sensasi Camping di Pantai JUNGWOK

Belajar mendirikan tenda, mencari kayu kering di sekitar pantai untuk menyalakan api unggun, menikmati kebersamaan dengan melakukan beberapa permainan, dan ditemani dengan kopi atau coklat panas sebagai penghangat badan. Satu malam di salah satu pantai indah di Jogja, telah memberikan kenangan tak terlupakan bagi aku dan teman-teman. Terutama bagi mereka yang sama sekali belum pernah memiliki pengalaman seru seperti itu sebelumnya.

10271533_756958441003723_4071605374572845204_n

Kami menjadi lebih mengenal dan memahami satu sama lain, kami juga mendapatkan banyak ilmu berharga dari saat keberangkatan hingga saat pulang ke rumah masing-masing. Nilai kebersamaan, pengertian, saling menolong, dan saling menghibur kami dapatkan saat itu. Lebih penting lagi, mereka mulai tahu bahwa di Jogja, hal sederhana bisa memberikan segalanya.

Jogja mengajarkan kami sederhana dan bersahaja. Hanya dengan satu malam, Jogja mampu mengubah perempuan sosialita menjadi perempuan yang sangat peduli dengan segala yang ada di depan matanya. Sampah dan kotoran yang berserakan, mereka kumpulkan satu per satu dalam sebuah kantong plastik besar tanpa ada rasa malu.

Jogja dengan keindahan alamnya telah memanjakan kami. Sudah seharusnya kami memperlakukannya dengan baik.

Libriana Candra

Mahasiswi Pendidikan Sosiologi |Menulis, Backpacking |amarisdaren.blogspot.com

Related Articles

Back to top button
Close
X