Pojok #UNYuTips

Cara Mudah Menjaga Kesehatan Ala Mahasiswa

Tugas, presentasi, makalah, laporan, dan kawan-kawannya itu pasti sudah akrab di telinga para mahasiswa. Kalau boleh dikatakan, semua itu adalah makanan sehari-hari yang rasanya kurang afdhol kalau sehari saja tidak berurusan dengan hal-hal tersebut. Namun demikian, kesibukan kuliah yang kadang masih ditambah dengan kesibukan organisasi membuat para mahasiswa sering mengabaikan masalah kesehatan. Alasan kesehatan yang dikesampingkan ini dilakukan hanya atas dasar satu kata yang luar biasa efeknya: sibuk. Jika mahasiswa sudah mengenal kata sibuk, pastilah urusan kesehatan jadi nomor sekian. Padahal apalah gunanya prestasi yang luar biasa kalau kita sedang diuji dengan sebuah penyakit yang bahkan untuk bangun dari tempat tidur pun tidak sanggup? Karenanya amat penting bagi para mahasiswa untuk menjaga kesehatan badannya di antara bejibun kesibukan yang sedang dilakoni. Nah, untuk mengatasi hal tersebut, berikut cara-cara mudah untuk menjaga kesehatan ala mahasiswa yang bisa dilakukan di tengah kesibukannya yang padat.

1. Sarapan pagi untuk bekal sebelum melakukan aktivitas seharian

menu-sarapan-pagi-sehat
via: pulsatv.com

Sarapan pagi merupakan hal yang dihindari para mahasiswa dengan alasan tidak ada waktu, belum ada warung yang buka, dan sebagainya. Mahasiswa juga sering me-rapel makan pagi dan makan siang jadi satu, dan biasanya dilakukan sekitar pukul sepuluh pagi. Jika ada jeda kuliah sekitar jam sepuluh, maka hal itu bukan menjadi soal. Namun bagaimana dengan mereka yang memiliki jadwal penuh dari jam tujuh pagi sampai siang atau bahkan sore? Nah, sarapan adalah hal yang harus dilakukan. Sarapan juga akan membantu kita fokus pada materi perkuliahan. Dalih yang diungkapkan kebanyakan mahasiswa seperti tidak ada waktu hanya akan dilempari pertanyaan sederhana: memangnya bangun tidur jam berapa? Sarapan lima sepuluh menit masa’ nggak sempet?. Lalu alasan warung belum ada yang buka.. Ehm, bagi teman-teman mahasiswa Jogja, setidaknya sudah mengenal apa itu warung burjo kan? Carilah burjo yang buka 24 jam. Atau, teman-teman bisa menemukan warung yang menjual bubur ayam, nasi kuning, nasi uduk, maupun nasi goreng yang pukul enam pagi sudah banyak pembeli. Mau yang lebih sederhana lagi? Sediakan setangkup roti tawar dengan isi sesuai selera teman-teman. Jadi, mau beralasan apalagi untuk tidak sarapan bagi teman-teman yang sudah tahu jadwal kuliahnya padat dan tidak ada jeda untuk sarapan sebelum jam makan siang? Tubuh punya hak untuk diberi bekal sebelum melakukan aktivitas seharian, kawan.

Baca Juga  Ketika Mudik Lebaran Menjadi Momen Berharga Bagi Sang Perantau

 2. Jangan Lupakan Air Putih

air-putih
via: ummi-online.com

Jangan takut dianggap seperti anak TK yang setiap ke sekolah selalu membawa sebotol air putih, mahasiswa pun tak masalah membawa air putih kemana-mana selama di kampus. Aktivitas yang padat selama di kampus akan membuat tubuh kehilangan banyak ion, terlebih saat memasuki musim kemarau. Maka membawa air putih akan mengurangi risiko kekurangan ion. Tentu saja membawa air putih tidaklah cukup, melainkan harus diminum. Jika belum suka minum air putih, paksa diri dengan mengingat efek jangka panjang kekurangan minum air putih: masalah ginjal.

 3. Tambahan Suplemen dan Buah

buah
via : sunpride.co.id

Tambahan suplemen ini dapat berupa vitamin. Jika teman-teman tidak terbiasa dengan vitamin, maka bisa diganti dengan madu atau sari kurma. Susu juga bisa menjadi alternatif bagi teman-teman. Selain itu, mengkonsumsi buah dan sayur juga amat penting. Jika sayur banyak ditemui saat membeli makan di warung, agaknya buah yang menjadi sedikit masalah. Harga buah-buahan yang kadang tak sesuai dengan kantong mahasiswa menjadi masalah tersendiri. Namun jangan khawatir, hal itu bisa diatasi dengan membeli jus buah yang mudah ditemukan di sekitar kampus dengan harga yang cukup bersahabat.

 4. Hindari Terlalu Sering Begadang

Dampak-Begadang
site: uniqpost.com

Rasanya bukanlah mahasiswa jika jam sembilan malam sudah terlelap di bawah selimut. Namun ini bukanlah patokan. Bahkan jika bisa tidur lebih awal itu lebih bagus, untuk esoknya bisa bangun pagi dan tidak kesiangan ke kampus. Namun inilah masalah terbesar mahasiswa. Mana bisa tidur di awal waktu jika tugas-tugas masih menumpuk? Jika adanya demikian, maka tak mengapa untuk tidur larut, asalkan sudah memiliki manajemen waktu yang baik untuk bangun pagi. Namun, perlu diperhatikan jika teman-teman terlalu asik mengerjakan tugas hingga tiba-tiba sudah mendengar adzan Shubuh padahal belum sempat memejamkan mata. Hal yang sering disebut begadang ini sebaiknya dihindari. Kondisi tubuh setelah seharian beraktivitas juga membutuhkan istirahat untuk mengembalikan keadaan agar seimbang, maka penuhilah hak tubuh yang satu ini: tidur.

 5. Kenali Tanda Sakit

Mencegah-Lebih-Baik-dari-pada-mengobati
via : obatpenyakitmigren.com

Jangan ngeyel. Itu yang sering dilontarkan seorang teman ketika melihat teman lainnya sudah menunjukkan tanda-tanda sakit namun tetap melakukan aktivitas padat seperti biasa seolah tidak terjadi apa-apa. Hmm, penting bagi para mahasiswa untuk mengenali kondisi fisiknya sendiri. Sebenarnya setiap orang mampu mengukur seberapa jauh batas kemampuannya, namun terkadang kita terlalu sombong untuk meyakini bahwa semua akan baik-baik saja. Maka jangan sungkan untuk jujur kepada diri sendiri mengenai batas kemampuan secara fisik. Jika sudah menemui tanda-tanda tidak sehat, segeralah beristirahat. Masih ingat pepatah lama ini? Lebih baik mencegah daripada mengobati (sepertinya para mahasiswa masih perlu mendapat pencerahan mengenai pepatah yang satu ini). Menjaga semangat ketika tanda-tanda sakit datang memang perlu, namun jangan mengabaikan tanda-tanda yang sudah muncul ya.

Baca Juga  Bingung Cari Kos di Yogyakarta? Simak Info Dibawah Ini!

 6. Refreshing sambil berolahraga

lari
via : tinypic.com

Refreshing biasanya berhubungan dengan urusan psikis. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan bahwa refreshing akan membantu menyegarkan tubuh kita. Ingat bahwa kesehatan psikis akan berpengaruh juga pada kesehatan fisik, maka refreshing merupakan salah satu jalan untuk membuat tubuh kita tetap sehat. Jika bicara soal fisik, maka jenis refreshing fisik yang paling sederhana adalah olahraga. Lari kecil, bersepeda, berenang, atau melakukan aktivitas fisik lainnya akan membuat pikiran dan tubuh kembali segar.

Nah, demikian tadi cara-cara sederhana menjaga kesehatan ala mahasiswa. Hal-hal tersebut sebenarnya sudah lama kita ketahui, namun menjalankannya yang masih jarang terlihat. Saatnya memperhatikan kesehatan. Jika tubuh sehat, maka pikiran juga sehat, dan karya-karya akan terus mengalir selama tubuh masih dikaruniai kesehatan.

Penulis :  Vega Inria / Pendidikan Bahasa Inggris / 2013

admin

UNY COMMUNITY - Komunitas Mahasiswa dan Alumni UNY - kirim artikel menarik kalian ke redaksi@unycommunity.com, syarat dan ketentuan baca  Disini 

Related Articles

Back to top button
Close
X