Mahasiswa BangetPojok #UNYu

Ini Lho, Suka Duka Kuliah Daring

Halo sahabat UNYu, masih betah kulon (kuliah online) kan? Bagaimana rasanya, sudah sebulan lebih menjalaninya)? Udah mulai stress atau bahagia? Kali ini ingin berbagi tentang suka duka kuliah daring (dalam jaringan). Semua nampak terlihat asyik, namun setelah berjalannya waktu mulai terlihat beberapa perbedaan dengan kuliah tatap muka. Baiklah tanpa basa-basi, langsung saja simak.

foto : pixabay.com

Suka

  1. Kuliahnya lebih fleksibel

Paling seru dibagian ini, karena kita dari kos/rumah bisa ikut kuliah. Bangun tidur, mandi (kadang sih gak mandi), rapi-rapi, duduk menghadap laptop/hp dan siap mengikuti perkuliahan. Tanpa perlu ke kelas atau berjalan menuju gedung satu ke gedung lainnya semua ada di hadapan kita. Selain bisa kuliah dari mana saja, pakaian juga menyesuaikan tidak seperti masuk kelas (kecuali lagi conference). Bisa sambil rebahan, ngelakuin hobi, atau aktifitas lainnya.

  1. Hemat biaya

Karena kuliah dirumah, ongkos perjalanan juga berkurang. Biasanya naik kendaraan baik motor/mobil, sekarang tidak perlu lagi. Print tugas sudah jarang ditemui, makalah, laporan praktikum semua dialihkan ke online.

  1. Dosen kita semua

Senang rasanya kalau dapat dosen yang pengertian, mereka tidak terlalu menuntut. Kerjakan semampunya dengan deadline sewajarnya. Kadang bikin materi kreatif biar pembelajran tidak membosankan, baik video, podcast, bahkan Youtube channel. Ini harus diapresiasi, karena buat materi ditengah keterbatasan adalah hal yang luar biasa. Belum lagi mereka harus mempelajari tools-tools baru agar memaksimalkan pembelajaran.

  1. Best friend

Ada juga teman yang paham kalau kita susah menjawab pertanyaan dosen, atau mengerjakan tugas. Dia dengan senang hati menawarkan bantuan, orang seperti ini tidak hanya online saja kadang saat kuliah offline pun juga sama baiknya.

Baca Juga  Berikut Daftar Prodi Baru D-IV UNY di Kampus Gunungkidul

Duka

  1. Tegang minta ampun

Jangan menganggap bahwa dengan kulon (kuliah online) sama sekali tidak ada tekanan, melainkan bisa lebih dari kuliah di kelas. Bayangkan saja, ketika lagi conference kemudian dosen mengajukan pertanyaan yang kita gak paham materinya. Tanya keteman sebelah, gak ada orang. Beda kalau dikelas, bisa diskusi atau kalau teman bisa kasih clue biar bisa jawab. Makanya, kulon bisa lebih berbahaya kalau tidak paham materinya.

  1. Tugas salah kirim/tidak terkirim

Karena semua serba online, tugas dikirim melalui berbagai platform yang disediakan. Beragam, ada grup media sosial (WA/Telegram/FB dan lain-lain), email, biasanya juga tiap kampus ada platform sebagai tempat pembelajaran online. Tak heran, salah kirim tugas bisa saja terjadi. Seharusnya dikirim ke dosen malah nyasar ke grup WA. Bahkan ada tugas yang tidak terkirim, banyak faktor seperti jaringan, salah memasukkan alamat email. Jangan sampai terjadi, apalagi kalau itu untuk UTS/UAS. Bisa-bisa mengulang mata kuliah tahun depan.

  1. Tugas numpuk

Ini yang banyak dikeluhkan mahasiswa, kalau kita bedah akan banyak alasannya. Bisa dari pengajarnya yang hanya memberikan materi tanpa menjelaskan, kemampuan mahasiswa berbeda dalam mengerjakan tugas, setiap pertemuan yang diberikan tugas, kadang mahasiswa harus sambil kerja/bantuin orang tua dirumah jadi fokusnya terbagi. Lokasi juga menentukan, orang yang tinggal di desa atau ditempat yang tidak memiliki jaringan akan sulit mengakses perkuliahan. Mereka harus ke kota atau ke bukit biar dapat sinyal yang bagus.

  1. Kuota menyiksa

Paketan harus siap, gak mau kan lagi absen tiba-tiba kuota habis. Atau lagi ujian respon tidak terkirim. Mau tidak mau, paket data harus diisi dan menguras isi kantong. Beruntung kalau dapat kuota dari kampus, kalau tidak belinya pakai uang sendiri.

  1. Ujian pertemanan

Cukup menguji solidaritas pertemanan dengan kuliah online. Kadang kalau kirim tugas sendiri-sendiri, info digrup hanya di read, numpang nama ketika kerja kelompok (ini sulit sih, daripada gak ada sama sekali). Solidaritas pertemanan diuji oleh nilai dan sinyal.

  1. Bukan keuntungan buat para mahasiswa tingkat akhir

Dilema diatas dilema, derita diatas derita (lebay banget ya). Mulai dari judul yang diganti, bimbingan online, mau penelitian tempat-tempat yang dituju seperti sekolah, perusahaan, laboratorium masih tutup. Mahasiswa yang sudah selesai ujian pun masih harus menyesuaikan dengan keadaan, pengurusan administrasi secara online bahkan wisuda juga dilaksanakan secara online.

Baca Juga  Alasan Mengapa Kamu Harus Kuliah di Sekretari UNY

Nah itu beberapa diantaranya silahkan disimpulkan sendiri atau jika ada yang terlewat bisa ditambahkan. Setelah melihat keadaan tersebut kita mulai tersadar bahwa tidak semua yang online itu enak. Karena ada yang harus dilakukan secara tatap muka untuk mengurangi kesalahpahaman bahkan mempercepat proses baik dalam pembelajaran maupun dalam beraktifitas sehari-hari. Semoga Covid 19 segera berakhir, biar bisa kembali ke kampus. Jangan sampai kelamaan dirumah, lupa sama teman bahkan lupa kalau masih berstatus mahasiswa (peace).

Mohamad Riyandi Badu

Let's inspire the world

Related Articles

Back to top button
Close
X