Pojok #UNYuTips

Hai Mahasiswa! Yuk Kembali ke Masa Sebelum Lahirnya Smartphone

Hallo mahasiswa! Apa kabar kalian hari ini? Masihkah tangan kalian menggenggam Gadget kesayangan kalian? Masihkah jari tangan kalian meng-scroll down laman web yang kalian buka? Masihkah mata kalian menatap layar Gadget kalian? Hmm sangat disayangkan.  Dear mahasiswa, yuk kita kembali ke masa sebelum lahirnya Smartphone.

1. Bahagia itu sederhana: Lepaskan Gadgetmu!

Lepaskan-Gadget
pic : hadeandrian.blogspot.com

Kalau mengingat jaman dahulu sebelum lahirnya android yang super canggih seperti yang ada di pasaran saat ini, pasti masih pada pakai handphone jadul-jadul gitu kan? Yang mungkin bisanya cuma buat infrared terus nggak ada kamera depannya. Apa kalian pernah punya handphone seperti itu? Kalau ditelisik lebih lanjut malah hidup kita bahagia sebelum lahirnya handphone canggih seperti saat ini. Karena mata dan tangan kita tidak terpaku dengan handphone dan kita masih bisa bermain dengan teman lainnya.

2. Gadget : Mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat #KodeKeras

gadget
pic : pinimg.com

Nah kalau jaman sekarang sudah berubah drastis. Banyak mahasiswa yang sudah memiliki android. Mata dan tangannya terpaku pada layar android. Hal yang cukup menyedihkan bagi saya saat teman saya baru sampai kelas lalu langsung mengambil androidnya dan sibuk main game, padahal di sebelah ada temannya. Kalau mau diajak bicara takutnya juga ganggu. Jadinya serba salah gitu. Kalau mengingat jaman dulu sebelum lahirnya android pasti kita tidak akan seperti itu untuk terus bergantung pada android. Budaya kita untuk saling menanyakan kabar atau sekadar “say hello” sesama teman atau sekadar curhat kecil-kecilan mulai luntur setelah lahirnya android. Sedih ya.

baca juga :  Ketika Kamu Stress Menghadapi Kuliah, Coba 7 Cara Berikut

3. Mahasiswa harusnya update prestasi, bukan update instagram

pic : veryfund.co

Setelah budaya “say hello” sesama teman mulai luntur, budaya mahasiswa sebagai mahasiswa yang rajin dan patuh akan tugas yang dikerjakannya pun mulai luntur juga. Maksudnya seperti ini. Karena sekarang mulai banyak sosial media yang ditawarkan, para mahasiswa pun mulai berlomba-lomba untuk mempunyai sosial media yang banyak agar jati dirinya cukup famous di kalangan dunia maya. Misalnya saat mau mengerjakan tugas saja harus foto-foto dulu, setelah itu fotonya harus segera mungkin di upload di instagram. Ujung-ujungnya tugas nggak selesai karena keasyikan buka instagram. Miris sekali melihatnya. Sosial media mahasiswa bukannya penuh dengan segudang prestasi, malah hanya penuh dengan foto-foto dengan caption “Semangat nugas kakak”.

 4. Gadget: Membuat kita tidak gaul dan membuat sikap kita menjadi cuek terhadap orang lain

5 Efek Negatif dari Kecanduan Smartphone
pic : beritatrendz.com

Ya gimana nggak cuek coba? Sekarang gini deh, hidup kita terpaku dengan android, ditambah pula harus butuh kuota. Ngaku saja, kalian pasti punya grup semacam grup WA, LINE, atau BBM untuk kelas kalian kan? Kadang ada juga dosen yang meminta untuk membuat grup pada mata kuliah tertentu. Budaya kita yang dulunya sms dan telepon kini berubah menjadi chatting online. Kalau misalnya ada teman yang kuotanya habis, dia tidak dapat informasi karena tidak aktif di suatu media sosial tersebut. Karena sekarang apa-apa mengandalkan informasi dari media sosial, bukan dari sms atau pun telepon. Secara nggak sadar perilaku ini membuat kita menjadi cuek dengan orang lain karena tidak memberi informasi melalui cara lain. Apalagi jika ada mahasiswa yang tidak memakai android, secara nggak langsung akan di-cap sebagai mahasiswa kurang gaul, karena tidak tergabung dengan grup yang ada di media sosial tersebut. Sedih ya huhuhu.

Yuk sebagai mahasiswa Indonesia kita harus belajar lagi untuk menjadi mahasiswa sesungguhnya. Memang, android memberikan aplikasi dan fitur yang menarik. Tapi jangan sampai kita kebablasan ya. Batasi penggunaan android. Ada kalanya kamu harus menggunakan android, ada kalanya pula kamu harus peka akan kondisi dan situasi yang ada di sekitarmu.

Baca Juga  Jeritan Hati: Mahasiswa Bidikmisi Bagai Awkarin Cabang Jogja. Salah Sasaran?

Bekti Renggani

Sastra Indonesia | 2014 | Mahasiswi yang suka nonton anime dan makan makanan Jepang

Related Articles

Back to top button
Close
X