Pojok #UNYuTips

Hanya Mahasiswa yang Belum Lulus Tes TOEFL yang Merasakan Hal Ini

Di kehidupan yang semakin modern ini, keterampilan dalam kemampuan berbahasa ternyata cukup penting. Apalagi di dunia akademik maupun dunia industri. Kita sendiri pastinya sudah mengenal bahwa bahasa Inggris merupakan bahasa Internasional. Di mana setiap orang setidaknya memiliki kemampuan dalam berbahasa Inggris demi terciptanya komunikasi dengan orang lain (terlebih lagi orang asing). Sehingga tak heran jika instansi pendidikan pun juga ‘menggojlok’ habis-habisan para siswa agar bisa berbahasa Inggris, paling tidak dasar-dasarnya mengerti. Maka pelajaran bahasa Inggris pun kini sudah diajarkan sejak sedini mungkin.

Mulyadi-TEST-English-School-Pengerian-dan-Perbedaan-TOEFL-ITP-dengan-ITB
pic : englishcafe.co.id

Nah berbicara mengenai mahasiswa, kemampuan dalam berbahasa Inggris itu juga penting sekali untuk mahasiswa. Maka, biasanya pihak kampus mengadakan suatu tes untuk menilai bagaimana kemampuan bahasa Inggris si mahasiswa. Tepat sekali bahwa tes yang dimaksud adalah tes TOEFL. Di mana sekarang tes TOEFL tidak hanya dilakukan oleh mahasiswa saja. Bahkan pelajar kelas 12 SMA/SMK pun juga melakukan hal ini. Selain itu, para calon pegawai kantor pun juga melakukan tes ini. Penting sekali bukan tes TOEFL itu?

Bagi yang merasa tidak memiliki kemampuan bahasa Inggris yang terlalu bagus, pastinya akan merasa susah saat menjalani tes ini. Apalagi harus memikirkan bagaimana caranya agar mendapat skor minimal. Lantas, apa saja ya yang dirasakan mahasiswa jika belum lulus TOEFL? Mari kita simak.

Baca Juga  Tutorial Akses Keluar Masuk Kampus Era New Normal Check~

1. Perasaan belum lulus TOEFL terus menghantui

Hari demi hari dilalui dengan perasaan takut, cemas, khawatir karena belum lulus TOEFL. Rasanya itu seperti ada beban yang berat banget. Apalagi jika merasa bahwa kemampuan bahasa Inggrisnya tidak terlalu bagus dan belum lulus tes TOEFL pula. Sediiiiih.

2. Hah? Ternyata skor TOEFL untuk syarat ujian skripsi?

Gimana nggak kaget coba? Padahal sehari-harinya kamu rajin masuk kuliah, tugas kuliah dikerjain, indeks prestasi di portal akademik juga bagus. Hanya saja, kekuranganmu ya di itu, di bahasa Inggris. Padahal kamu punya impian dan target lulus cepet. Soalnya kamu memang optimis bisa lulus cepet. Tapi ya karena skor TOEFL-mu belum sesuai syarat kelulusan minimal, paling enggak disitu kamu akan merasakan sedikit beban.

3. Pihak kampus mewajibkan untuk tes TOEFL lagi

Kampusmu sudah memfasilitasi sesuai apa saja kebutuhan mahasiswa. Contohnya saja pusat bahasa. Di pusat bahasa ini biasanya pihak kampus memberikan bimbingan, tutorial, dan tes TOEFL untuk para mahasiswanya. Kadang disitu ada perasaan males-males gitu buat ikut gituan (sekalipun pihak kampus sudah memfasilitasi). Soalnya bakal menyita waktu sih. Tapi ya namanya kewajiban dan memang syarat untuk ujian skripsi, kamu nggak akan berhenti berusaha untuk terus mendapat skor sesuai kelulusan minimal.

Baca Juga  Pilihan Rasional Mahasiswi UNY Dalam Berpakaian

4. Biasanya nonton film pakai subtitle bahasa Inggris, tapi…

Biasanya kamu suka nonton film yang pakai bahasa Inggris gitu atau film Jepang atau Korea yang subtitle-nya bahasa Inggris. Tapi kok bisa ya belum lulus TOEFL? Padahal kalau di film sih ceritanya paham. Tapi kalau udah dapet soal bahasa Inggris kok malah bingung ya? Hmm masih menjadi misteri.

Jadi, apakah kamu salah satu mahasiswa yang belum lulus TOEFL juga? Tenang, kamu nggak sendirian gengs. Terus berjuang dan berusaha untuk mendapat skor yang bagus ya! Dan jangan malas untuk belajar terus. Ganbatte kudasai! Semangaaat! 

Bekti Renggani

Sastra Indonesia | 2014 | Mahasiswi yang suka nonton anime dan makan makanan Jepang

Related Articles

Back to top button
Close
X