Kisah Perjuangan Era Septiyani,  Mahasiswa Berprestasi (Mapres) UNY 2018 | UNY COMMUNITY
Home / Pojok #UNYu / Kisah Perjuangan Era Septiyani,  Mahasiswa Berprestasi (Mapres) UNY 2018

Kisah Perjuangan Era Septiyani,  Mahasiswa Berprestasi (Mapres) UNY 2018

Sebagian dari kita pasti sudah pernah mendengar ketika para  motivator acap kali mengatakan sebuah jargon yaitu “From Zero to Hero “. Tak ada sangkalan untuk ungkapan tersebut karena telah banyak  tokoh dan sosok hebat yang ‘lahir’ berawal dari bukan siapa–siapa menjadi seseorang yang luar biasa .Sebut saja tokoh-tokoh besar seperti Albert Einstein , The Beatles atau Thomas Alva Edison yang sempat mendapatkan ‘pengecualian ‘ di masa lalu namun berkat penemuan dan karya gemilang pada akhirnya mereka bisa melejit seperti sekarang .

pic : instagram.com/pewara_uny/

Hal itu  berlaku pula untuk  Era Septiyani ,gadis manis kelahiran Wonosobo 12 September 1998. Menjadi  atlet karate  dengan segudang prestasi mungkin tidak pernah terbayangkan oleh sosok Era. Ditambah dirinya dinobatkan sebagai Mahasiswa Berprestasi (Mapres) UNY 2018. Tentu saja semua prestasi yang telah dicapainya penuh dengan lika –liku, cerita suka dan duka serta perjuangan dan malam-malam yang penuh renungan dan doa.

Lalu bagaimana  kisah perjuangan Era ? Mari kita simak bersama bagaimana kisah perjuangan Era, Srikandi di bidang Olahraga..

Sebelum menambatkan pilihannya pada Universitas Negeri Yogyakarta, Era yang ternyata juga  memiliki bakat dan minat pada dunia desain ini mengaku pernah mencoba mendaftar di UNDIP dan UNS. Diplihnya saat itu program studi Ilmu Komunikasi dan program studi berciri desain. Namun, malang tak dapat ditolak untung tak dapat diraih, Era kurang beruntung dan dinyatakan gagal dalam seleksi. Setelah mengalami pergulatan batin yang cukup panjang, melalui petunjuk seorang kawannya saat bersekolah dulu akhirnya Era mendaftar melalui jalur SM Prestasi dengan berbekal piagam olahraga karate yang ia dapatkan. Proses seleksi kali ini membuahkan hasil dan Era berhasil lolos  menjadi mahasiswi di Fakultas Ilmu Keolahragaan, program studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga pada tahun 2016. Dimulai dari sana potensi dan minat Era pada olahraga Karate semakin terasah dan berkembang. Terbukti pada  Hari Olahraga Nasional 2017 yang lalu, Era berhasil membawa pulang mendali perak dalam ajang “ Milo Open International Karate Championship “di Negeri Jiran.

Baca Juga  Hidup Lebih Asyik Tanpa Ucapan yang Menyakiti Orang Lain

 

Karate bagi Era seperti sudah melekat dengan dirinya. Dibalik itu ternyata ada cerita menarik tentang bagaimana mulanya ia berkenalan dengan cabang olahraga beladiri tersebut. Perjumpaan dan perkenalannya dengan dunia karate sendiri diakui Era  ternyata melalui sebuah jalan tak terduga. Ya, dahulu Era sama sekali tidak berpikiran untuk menggeluti olahraga yang berasal dari Negeri Para Samurai ini. Era bersinggungan dengan Karate melalui ajakan seorang kawannya justru ketika ia sedang berlatih olahraga cabang lain yaitu bulutangkis. Bermula dari coba-coba inilah ternyata membuat Era seperti menemukan apa yang ia cari .

Era sebagai Srikandi di bidang Olahraga : Kuat Raganya Sehat Jasmaninya

Pada beberapa hari dalam waktu satu minggu, Era mulai menekuni Karate dengan rajin mengikuti latihan. Namun diwaktu yang bersamaan ternyata adapula jadwal latihan bulutangkis. Era lantas bercerita kepada orang tuanya bahwa ia hendak berhenti bermain bulutangkis dan memusatkan diri pada olahraga Karate. Beruntung Sang Ibunda memberikan izin. Namun, izin malah tidak diberikan oleh  Zaenal, Sang Ayah. Sang ayah mengaku ‘kurang tega’ apabila putrinya bergelut dalam dunia beladiri yang mengandalkan fisik cukup banyak.

Baca Juga  Kuliah Di UNY, Orangtuamu PNS Ya?

Era tidak kehabisan akal. Demi tetap berlatih Karate akhirnya ia sembunyi-sembunyi ketika berangkat latihan. Simplenya, Era memakai pakaian ketika akan berlatih bulutangkis tetapi didalam tasnya tersimpan baju karate. Uang saku untuk membayar latihan bulutangkis pun ia alihkan untuk membayar latihan karate.

pic : instagram.com/pewara_uny/

“ Jadi kalau ditanya mau badminton ya saya bilang latihan, tapi nanti ‘mlipir’ ke tempat latihan karate “ ucap Era saat diwawancarai tim redaksi Kamis (27/4) kemarin.

Menurutnya Sang Ibu juga sudah lama tahu dan tetap mendukung secara diam –diam. Hingga pada suatu hari setelah menekuni latihan di Dojo Karate ia diminta oleh Sensei, sang pelatih karate untuk mengikuti perhelatan Bantul Open 2007. Tanpa diduga Era keluar sebagai juara dalam perhelatan tersebut. Kala itu usianya belum genap mencapai 10 tahun. Melalui perlombaan itu akhirnya membuat Sang Ayah akhirnya luluh dan merestui keinginannya.

Baca Juga  4 Hal Yang Harus Kamu Ketahui Dari Stadion Sepakbola Dan Atletik UNY

Selain aktif sebagai atlet Karate, Era yang masih ‘menyimpan’ keinginan untuk mengembangkan diri melalui keahlian hal-hal berbau seni juga aktif di 99designs. Selain itu, Era juga berbagi cerita ketika dirinya pernah  diam-diam mengikuti  salah satu mata kuliah di ISI Yogyakarta demi mendapatkan jawaban atas keingintahuannya tentang suatu bidang seni di Kampus Kesenian tersebut.

Gadis ini juga mengaku senang sekali menggambar terlebih ketika suasana hatinya sedang tidak baik .

“Jadi kalau sedang ‘badmood’ biasanya melampiaskan melalui menggambar. Hitung-hitung melampiaskan energi melalui cara yang benar “ ucapnya malam itu.

Terakhir, Era berpesan untuk seluruh anak muda Indonesia untuk terus memotivasi dirinya agar bisa berprestasi melalui bidang apapun. Era juga berharap agar dirinya sendiri bisa terus mengembangkan diri melalui kompetisi-kompetisi baik nasional bahkan internasional .

Kini gadis yang sedang menjalani semester empat ini sudah menjelma menjadi Srikandi di bidang olahraga .

Kuat Raganya Sehat Jasmaninya

Salam Olahraga !

About Tentrem Restu Werdhani

(Pribadi yang kebetulan suka nulis ). Belajar dan berproses di jurusan Pendidikan Luar Sekolah 2017. Bisa diikuti kegiatannya di instagram @Pramudhiyawardhani

Check Also

Menggali Kembali ‘Spirit’ Bapak Pendidikan Nasional Melalui Museum Dewantara Kirti Griya

Berbicara tentang pendidikan di Indonesia maka kita akan mengenal tokoh masyhur, Ki Hajar Dewantara. Ki …