MotivasiPojok #UNYu

Kisah Perjuanganku Masuk Kuliah di UNY

Hai #UNYu, kenalin nama aku Silvia Adisty dari prodi Pendidikan Luar Sekolah angkatan 2020. Di sini aku mau cerita pengalaman gimana susahnya masuk PTN terutama di-UNY yang enggak bakal aku lupain.

Nah, kita mulai ceritaku dari awal aku lulus SMA tepatnya ditahun 2019 aku terobsesi untuk masuk pendidikan yang berstatus ‘Negeri’ dari TK-SMA alhamdullilah sekolahku Negeri terus, karena Ibuku bilang kalau masuk Negeri biayanya lebih murah, aku memutuskan masuk PTN di Yogyakarta soalnya enggak boleh merantau selain itu aku juga masih takut.

Sebelum UN aku sudah didaftarkan SNMPTN sama guru BK, pada saat itu aku dan teman satu sekolah berlomba-lomba mendaftar SNMPTN aku bingung nih mau ambil apa, jujur waktu itu belum ada minat sama sekali akhirnya aku mencari tahu prodi yang enggak ada menghitungnya atau ada sedikit gapapa lah ya, aku tertarik dengan kampus UNY soalnya kampusnya deket rumahku, saudaraku banyak yang disitu, fasilitasnya lengkap, dan tentunya PTN favorit juga.

Saat daftar SNMPTN aku memilih UNY prodi kebijakan pendidikan, proses ini pertama diseleksi satu sekolah dulu alhamdullilah aku masuk daftar seleksi, selanjutnya untuk seleksi tingkat nasional. Setelah menunggu berbagai proses panjang, pengumuman tiba sayang sekali aku gagal dalam seleksi nasional.

Disini aku tidak patah semangat dan terus belajar secara otodidak, jalur selanjutnya adalah SBMPTN, namun syaratnya harus ikut UTBK, akhirnya aku mendaftar, ujian sudah aku jalani tiba waktunya mendaftar SBMPTN, aku memilih UNY lagi dengan prodi Pendidikan Luar Sekolah. Setelah beberapa saat pengumuman tiba, memang bukan rezekiku dan aku gagal lagi.

Dengan semangat membara masih ada kesempatanku masuk UNY melalui jalur mandiri nilai UTBK, aku mendaftar dengan prodi yang sama dengan SBMPTN, lagi dan lagi aku gagal masuk UNY. Tidak lupa aku juga mendaftar ujian mandiri dua PTN ternama di Yogyakarta, namun gagal juga.

Tahun 2019 ini sudah semua jalur masuk PTN aku ikuti dengan UNY sebagai pilihan pertamaku disetiap jalur tersebut, tapi Allah berkata lain aku gagal. Saat itu teman-temanku sudah berhasil masuk PTN termasuk UNY yang mendominasi di SMA ku dulu. Rasa sedih, kecewa, galau, semua menjadi satu. Banyak temanku mengupload twibbon, aktivitas di kampusnya, mendapat teman baru, bercerita dikehidupan universitas yang baru dan sebagainya, itu semua sempat membuatku iri setiap malam aku menangis terbayang pikiran negatifku “Aku sudah memilih prodi yang sedikit animonya, rata-rata nilaiku sudah lumayan, setiap hari mencicil belajar, tapi kenapa selalu gagal, kenapa?” “Apakah aku tidak cocok kuliah di perguruan tinggi negeri?” “Apakah aku sebodoh itu?” atau “Aku memang ditakdirkan seperti ini?” Pikiranku sudah kacau, pusing, stres sampai berat badanku ikut turun.

Baca Juga  Tips Untuk Mahasiswa Yang Banyak Ikuti Organisasi

Suatu hari Ibu dan Ayahku berdiskusi mau bagaimana pendidikanku selanjutnya, mereka tidak mampu jika aku kuliah di perguruan tinggi swasta karena biayanya lebih mahal.
Aku bingung sempat berpikiran untuk tidak kuliah, tapi saat itu Ibuku bilang untuk gap year. Iya, mengulang tahun depan ini menjadi keputusan yang sangat sulit setelah aku berpikir mungkin ada jalan lain yang menjadi rezeki buatku kelak. Aku mencoba bangkit dari keterpurukanku, mengambil semua hikmah kegagalan, dan menerima semua kenyataan yang aku hadapi di sini aku tetap optimis pantang menyerah.

Akhirnya Ibu menyuruhku untuk mendaftar bimbel khusus SBMPTN, setelah survei diberbagai tempat akhirnya ketemu bimbel cukup ternama namun biayanya lumayan. Di situ aku bertemu teman-teman ambis masuk PTN. Kita belajar bareng, saling bantu, saling menyemangati, dan berbagi cerita menarik.

Sudah berjalan beberapa bulan aku mengikuti bimbel ini tahun baru tiba, pembelajaran diliburkan untuk beberapa minggu. Aku sempat berpikir dari pada tidak ada kerjaan mending coba mencari kerja partime itung-itung untuk pengalaman, aku mencari informasi dari instagram akhirnya nemu menjadi kasir di bazzar gramedia. Aku memcoba melamar alhamdullilah diterima, hanya beberapa minggu bazzar berlangsung. Setelah semua selesai aku kembali dengan aktivitasku yaitu bimbel dan belajar.

Sayang sekali tahun 2020 sedang ada pandemi covid-19 banyak sistem ujian yang diubah, aku juga cuma bisa daftar SBMPTN sama ujian mandiri saja karena SNMPTN hanya untuk anak kelas 12 SMA saja, tidak terasa waktu sungguh cepat berlalu. Sudah saatnya aku mendaftar SBMPTN dan mengikuti ujiannya, seperti ditahun kemarin pilihan pertamaku UNY lagi. Begitu cintanya sama UNYu-ku. Saat pengumuman tiba perasaanku campur aduk sempat trauma karena tahun lalu, hari-H aku membuka pengumumannya tulisannya “Jangan putus asa tetap semangat”, ya artinya aku gagal lagi.

“Semangat!” Dalam hatiku, masih ada kesempatan untuk ikut ujian mandiri. Aku mencoba daftar ujian mandiri UNY yang D4 dan S1, selain itu aku juga mendaftar ujian mandiri di dua PTN ternama di Yogyakarta lagi. Saat H- beberapa hari aku mau ujian mandiri S1 UNY dan ujian mandiri lainnya keluargaku lagi ada masalah padahal posisiku lagi belajar mereka bertengkar dengan nada keras, tiba-tiba ayahku pergi ntah kemana beberapa hari tidak pulang ke rumah, sekitar 4 hari berlalu tiba-tiba ayahku terpaksa pulang ke kampung halamannya di Palembang, H-1 ujiannya pikiranku kacau terngiang-ngiang masalah keluarga dan juga ditinggal Ayahku secara mendadak setiap malam aku menangis memikirkan kenapa masalah datang kepadaku disaat waktu yang tidak tepat, namun aku harus fokus untuk ujian mencoba menahan air mata itu dan mencoba terlihat seperti tidak ada masalah untuk bisa membanggakan orang tuaku kelak.

Baca Juga  Spot Menarik di UNY bagi Pencinta Foto

Setelah beberapa minggu berlalu saatnya ujian mandiri D4 UNY, aku memilih kampus wates. Aku, diantar Ibuku berangkat pagi buta untuk mengikuti ujian di kampus Wates 1 jam kira-kira perjalanan dari rumahku, Ibu menungguku di angkringan dekat kampus. Akhirnya selesai juga ujian mandirinya, serasa ujian sambil piknik karena letaknya jauh dari rumahku. Kini tinggal menunggu semua pengumuman ujian mandirinya.

Pengumuman ujian mandiri D4 lebih awal dibanding pengumuman S1. Tiba saatnya pengumuman ujian mandiri dua universitas lainnya dan aku tertolak lagi, saat aku membuka website UNY sudahku pasrahkan kepada Allah. Tidakku duga ternyata aku keterima di D4 UNY kampus Wates prodi Administrasi Perkantoran, Alhamdullilah aku bisa menjadi mahasiswi UNY. Tahap selanjutnya aku mulai daftar ulang dan membayar seluruh biayanya, tapi aku masih ada satu pengumuman S1 UNY. Jarak waktu pengumumannya satu mingguan dengan yang D4.

Dan tiba saatnya pengumuman S1, tapi kali ini aku tidak berharap banyak karena aku sudah keterima D4, saatnya membuka pengumumannya tak ku sangka ternyata aku juga lolos jalur mandiri S1 UNY prodi Pendidikan Luar Sekolah. Alhamdullilah bersyukur sekali kepada Allah Swt karena tahun 2020 ini sudah keterima kuliah di UNY. Aku lebih memilih prodi prodi pendidikan luar sekolah karena kampusnya lebih dekat rumahku dan prodi itu sudah aku pilih sejak SBMPTN 2019.

Buat kalian para pejuang PTN yang masih berjuang semangat terus ya, berdoa selalu, berusaha semampunya, jangan takut dengan kegagalan karena setelah kegagalan itu akan ada kabar yang lebih baik dari Allah Swt, percayalah. Untuk yang sudah mencapai cita-citanya selamat dan semangat dalam berproses jangan mudah putus asa masa depan masih panjang lanjutkan mimpi-mimpimu agar menjadi kenyataan. Buat teman-temanku yang belum mencapai cita-citanya jangan berkecil hati Tuhan tau waktu yang tepat untuk kalian, bersabarlah. Terimakasih 🙂

Related Articles

Back to top button
Close
X