Pojok #UNYuTips

KKN di Desa Sendiri? Siapa Takut?!

Halo angkatan 2017 mana suaranya? Beberapa hari ini pada ribut terkait KKN daring ya kalian? Sistemnya sedikit memusingkan katanya, apalagi terkendala pandemi covid-19. Masih banyak informasi yang simpang siur juga terkait KKN tahun ini. Eh tapi sosmed udah pada rame nyari kawan yang satu DPL juga nih. Denger-denger KKN nya mandiri dan dilaksanakan sendiri di desa domisili masing-masing, hmmm…

UNY sendiri menerapkan KKN Khusus Masa Pandemi Covid-19 dengan ketentuan peserta KKN telah memenuhi syarat dan terdaftar sebagai calon peserta KKN; lokasi KKN adalah tempat mahasiswa berdomisili; cakupan kegiatan KKN adalah tingkatan wilayah desa, dan jika tidak memungkinkan maka dapat di wilayah kecamatan; KKN dapat dilakukan secara individu atau kelompok dengan jumlah anggota maksimal 5 mahasiswa yang domisilinya berdekatan; jika KKN dilaksanakan secara kelompok, maka koordinasi antar mahasiswa dilakukan secara daring atau bertemu dengan menerapkan protokol pencegahan penularan covid-19; setiap mahasiswa/kelompok KKN akan dibimbing oleh DPL; penentuan DPL dilakukan oleh LPPM; bimibingan dapat dilakukan secara daring atau bertemu dengan menerapkan protokol pencegahan penularan covid-19; proporsi DPL:Mahasiswa maksimal 1:50. Banyak juga ya ketentuannya.

Nah tentang program KKN yang dapat dilakukan ini ada 3 macam nih, pemberdayaan, pengabdian, dan pendidikan-pelatihan. Sama aja sih dengan tahun-tahun sebelumnya, bedanya dikerjakan sendiri, bahkan yang kelompok saja cuma 5 orang. Pikiran sanggup tidak sanggup pasti menghampiri, perasaan takut, sungkan dan berusaha menguatkan diri sendiri tentu sempat hinggap. Eits, jangan keburu ciut nyali dulu guys! Nih sedikit saran untuk bikin program kerja KKN di Desa Sendiri, yakin deh gak bakalan semenakutkan KKN di Desa Penari hehehe…

  1. Membantu Perangkat Desa, Kader Kesehatan, Karang Taruna dan PKK

Buat kalian yang desanya nol kasus dan kehidupan berjalan normal seperti sebelum pandemi, tentu ini akan menjadi keuntungan tersendiri. Koordinasi dengan perangkat desa, dkk bisa dilaksanakan secara tatap muka. Di masa pandemi gini, perangkat desa tentu sangat membutuhkan bantuan untuk sosialisasi kebersihan dan kesehatan kepada warga-warganya. Tenagamu pasti dibutuhkan, datang saja ke kantor desa, tanyakan kira-kira apa yang bisa dibantu saat pandemi seperti ini. Kalau nggak berani sendirian bisa minta temani orang tua, tetangga, atau kerabat supaya koordinasinya nyaman. Meski kamu bukan anak kesehatan, tapi kamu pasti lebih banyak tahu dan aware terhadap hal ini ‘kan? Bantu-bantu sesuai dengan kemampuanmu jauh lebih baik.

Baca Juga  Yuk Wisata Keliling Jogja Naik Bus Trans Jogja

Kamu bisa banget bikin webinar terkait dengan bidang yang membutuhkan dengan menghadirkan narasumber terkait. Misalnya webinar tentang kepemudaan, kamu bisa banget mengundang teman kuliahmu yang berkecimpung didunia organisasi non-profit di luar kampus, misalnya temanmu seorang kader Greenpeace, WWF, Duta Pariwisata, dsb. Webinar-webinar dengan tema pemerintahan, pemberdayaan desa, kesetaraan gender pun bisa kamu buat dengan mengundang dosen yang ahli dibidangnya. Nah, kamu juga harus membantu dan mengajari peserta webinar bagaimana cara menggunakan aplikasi yang digunakan untuk mengikuti webinar. Wah ribet ya? Apalagi kalau dikerjakan sendiri. Tenang, kamu nggak akan dibiarkan kerja sendirian, pasti akan dibantu atau mintalah bantuan pada perangkat desa atau siapapun yang bisa membantumu, jika benar-benar kesulitan.

  1. Layanan Digitalisasi atau Literasi Digital

Nah kalau yang ini buat kalian yang desanya sudah ada kasus dan segala kegiatan serba dibatasi. Kamu bisa nih bantu desa kamu membuat website atau layanan digital lainnya untuk mengurus segala macam administrasi dan persuratan di desa. Kalau sudah ada, kamu bisa membantu memperbaiki atau menyempurnakannya, percayalah setiap sistem pasti ada kekurangannya. Kamu juga bisa membantu membuat pemetaan digital wilayah, potensi, kesehatan, ataupun pendidikan di desamu. Berat sih emang, apalagi kalau bukan anak IT, atau dikelompokmu nggak ada yang ngerti IT sama sekali. Eh tapi tenang saja kalau kamu kebingungan, ada opsi Literasi Digital nih.

Kamu yang anak sosmed banget pasti sering nemuin berita hoax kan? Nah, kebanyakan warga desa itu menerima berita hoax itu dan menjadikan bahan pembicaraan hingga berhari-hari, kita mau menegur juga pasti bakal mikir-mikir apa nggak malah diceramahin balik kalau kita menegurnya? Kamu bisa banget ngasih sosialisasi tentang literasi digital ini via grup WA. Seterpencil apapun desamu, yakin deh pasti ada yang punya WA. Kamu bisa menyebarkan berita-berita dari portal berita online yang kredibel dan dapat dipercaya, kamu juga harus mengedukasi mereka dengan memberi patokan seperti apa sih portal berita online yang kredibel itu, dsb. Selain itu kamu juga bisa membagikan gambar ataupun video edukasi dari lembaga-lembaga resmi.

  1. Pendidikan dan Pelatihan
Baca Juga  Ingin Liburanmu Berfaedah? Lakukan Tips Menarik Dibawah Ini!

Yang satu ini, berdasarkan Keputusan Rektor UNY Nomor 1.18/UN34/VI/2020 tentang Prosedur Operasional Baku Praktik Kependidikan dan/atau Kuliah Kerja Nyata pada Masa Pandemi Covid-19, PK (Praktik Kependidikan) dan KKN dapat dilaksanakan secara simultan, tapi khusus bagi mahasiswa kependidikan dengan banyak persyaratan yang dapat kalian pelajari di surat keputusan rektor tersebut ya. Bimbingan belajar akan selalu menjadi program kerja wajib setiap KKN bagi siapapun dan dimanapun, baik untuk mahasiswa kependidikan maupun murni. Nah bila memungkinkan bimbingan belajar dapat dilakukan secara langsung, jika tidak ya daring tentunya, entah dengan chat ataupun video call. Selain itu kamu juga bisa membuat kelas online yang disesuaikan dengan kemampuanmu, misal kamu memiliki kemampuan lebih di bidang bahasa, musik, tari, masak, crafting, fotografi, dsb. bisa banget tuh dijadikan kelas online dan tidak berbayar ya! Oh ya satu lagi, kalau kamu punya kemampuan di bidang videografi, dan desamu belum punya video profil desa, bisa banget lho kamu buatkan.

Begitulah sedikit saran untuk program kerja KKN di Desa Sendiri, ada yang tertarik? Atau malah terpikiran hal yang sama? Pokoknya jangan takut KKN di Desa Sendiri, jangan merasa terbebani, ambil sisi positifnya, kalian nggak harus iuran kelompok ratusan hingga jutaan untuk KKN saja, kalian juga lebih tahu seluk beluk dan adat istiadat daerah kalian sendiri, jauh lebih aman juga kan? Semangat KKN nya angkatan 2017! Seribet apapun, kalian pasti bisa melakukannya!

Related Articles

Back to top button
Close
X