Mahasiswa BangetPojok #UNYu

MABA : Mahasiswa Baru Atau Mahasiswa Bangkotan?

Cieee Maba!!!

Jika kalian mengejek salah satu Mahasiswa Baru di tempat umum dengan kalimat itu mohon hati-hati. Kalau di sekitar kalian adalah Mahasiswa Bangkotan, mungkin kalian pulang tinggal nama. Hahaha

maba muda dan tua

Entah sejak kapan istilah Maba (Mahasiswa Baru) ini muncul. Mungkin sejak pertama kali didirikannya universitas di Indonesia. Mengingat, masyarakat Indonesia sangat suka menyingkat-nyingkat kalimat. Namun, disisi lain, yang lebih misterius adalah, sejak kapan istilah Maba yang tadinya singkatan dari Mahasiswa Baru, menjadi istilah lain dari Mahasiswa Bangkotan (mahasiswa paling lama)? Mungkin hanya Tuhan yang tahu.

Lalu, bagaimana cara membedakan antara Maba (Mahasiswa Baru) dengan Maba (Mahasiswa Bangkotan)? Jika kalian adalah mahasiswa semester 3 ke atas sudah sangat mudah membedakan dengan satu kali pandang saja.

  1. Mahasiswa Baru kebanyakan masih memiliki wajah, dan penampilan khas anak sekolah. Masalah penampilan, mereka juga masih mengikuti aturan kampus dengan baik. Berbeda dengan Mahasiswa Bangkotan yang dari wajah sudah kelihatan tua/dewasa, dan cukup berani bereksperimen dengan pakaian (terutama perempuan).
  2. Jam terbang Mahasiswa Baru sangat padat dan hampir selalu ada di jam kuliah pagi. Berbeda dengan Mahasiswa Bangkotan yang jarang ke kampus karena mereka sudah tidak memiliki keperluan kuliah lagi.
  3. Mahasiswa Baru paling banyak ditemui di depan kelas. Sedangkan Mahasiswa Bangkotan paling mudah ditemui di perpustakaan, juga ruang jurusan.
  4. Mahasiswa Baru paling mudah dibohongi karena dari semua angkatan, angkatan barua adalah angkatan yang paling polos. Sedangkan Mahasiswa Bangkotan, adalah orang-orang yang paling tidak bisa dibohongi dan justru sering membodohi adik angkatan hahaha.
  5. Mahasiswa Baru masih minim pengeluaran, tapi uang saku cukup tebal. Berbeda dengan Mahasiswa Bangkotan yang pengeluaran membludak, namun isi dompet begitu tipis.
  6. Mahasiswa Baru rata-rata memiliki tubuh kecil, mungkin karena masih bawaan dari masa sekolah. Berbeda dengan Mahasiswa Bangkotan yang rata-rata mengalami kenaikan berat badan dan penggelembungan pada perut. Hal tersebut karena sudah hampir tidak pernah olahraga, stress, dan pola makan yang tidak baik.
  7. Dan banyak lainnya.
Baca Juga  5 Tips Merawat Kulit yang Nggak Bikin Kantong Kering

Sebenarnya, dari semua perbedaan tersebut menandakan bahwa pada dasarnya memang semua hal itu memiliki ciri khasnya masing-masing. Berbeda usia dan tingkatan dalam perkuliahan bukan berarti menjadi sekat dan menandakan superioritas dari salah satunya. Justru dengan kacamata ini, diharapkan terjalin hubungan yang harmonis dari semuanya. Yang tua menggandeng yang muda, dan yang muda jangan sungkan untuk bergaul dan meminta bantuan dengan yang tua.

baca juga : Renungan Mahasiswa Tingkat Atas : Saya Pernah dan Akan Menjadi “MABA” yang Memiliki Masa Depan

Jika bukan kalian, siapa lagi? Memang banyak yang berkata bahwa kuliah adalah saat dimana kalian harus mementingkan tujuan masa depan kalian. Tapi, hal tersebut bukan berarti kita harus kehilangan kepekaan juga kemampuan untuk bersosialisasi dengan mahasiswa lainnya. Hidup terlalu sia-sia jika kita hanya mementingkan diri sendiri. Toh hidup sebagai mahasiswa pasti ada jatuh bangunnya. Entah apapun masalahnya. So, jika kalian selama satu tahun malu dipanggil Maba (Mahasiswa Baru), siap-siap deh beberapa tahun setelahnya kalian akan disebut sebagai Mahasiswa Bangkotan yang ternyata lebih sakit jika didengarkan wkwkwk

Baca Juga  Rekomendasi Kost Putri Sekitar UNY Wates

Libriana Candra

Mahasiswi Pendidikan Sosiologi |Menulis, Backpacking |amarisdaren.blogspot.com

Related Articles

Back to top button
Close
X