Menggali Kembali 'Spirit' Bapak Pendidikan Nasional Melalui Museum Dewantara Kirti Griya | UNY COMMUNITY
Sunday , 23 September 2018
Home / Jogjaku / Menggali Kembali ‘Spirit’ Bapak Pendidikan Nasional Melalui Museum Dewantara Kirti Griya

Menggali Kembali ‘Spirit’ Bapak Pendidikan Nasional Melalui Museum Dewantara Kirti Griya

Berbicara tentang pendidikan di Indonesia maka kita akan mengenal tokoh masyhur, Ki Hajar Dewantara. Ki Hajar Dewantara telah dinobatkan sebagai tokoh  Bapak Pendidikan Indonesia. Tanggal kelahirannya, 2 Mei biasa diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional.

Mengenal Ki Hajar mau tak mau membuat kita harus ‘menyelami ‘ Nationaal Onderwijs Instituut Taman Siswa (Bahasa Belanda : Perguruan Taman Siswa ) sebagai tempatnya meletakan hal-hal fundamental tentang pendidikan. Hal itulah yang membawa langkah kakiku satu tahun yang lalu  untuk menyambangi  kediaman Ki Hajar Dewantara ,sosok legenda yang berjuang dengan akal dan budi untuk sesama.

Ternyata, ide gagasan beserta barang peninggalannya masih tersimpan rapi di tempat tinggalnya yang sekarang telah beralih fungsi menjadi museum bernama “ Museum Dewantara Kirti Griya  (DKG) “.

pic : panduanwisata.id

Ki Hajar dan Taman Siswa ibarat satu keutuhan yang tidak dapat dipisahkan. Lalu bagaimana jejak langkah Sang Pendidik  yang terekam di Museum ini?

Mari kita melawan lupa …

  1. Lokasi Museum yang tidak jauh dari pusat kota

Jika kamu sedang berkunjung di Yogyakarta tidak ada salah untuk menyambangi Museum bekas kediaman Ki Hajar Dewantara. Museum  bergaya Jawa ini tidak jauh dari pusat kota seperti Nol Kilometer dan Malioboro.

Baca Juga  Wisata Kekinian : Upside Down World Jogja

Museum ini tercatat secara administratif di Jalan Taman Siswa No 31,Wirogunan,Mergangsaan,Daerah Istimewa Yogyakarta. Museum ini mudah dikenali karena berada di pinggir jalan dan terdapat patung  Ki Hajar Dewantara sebagai ciri khasnya.Jika ingin berkunjung Museum DKG buka setiap hari Senin sampai Sabtu mulai pukul 08.00-13.30.

  1. Usia museum setelah lebih dari satu dekade

Berdiri secara resmi pada tanggal 2 Mei 1970 atas prakarsa dari Ki Hajar sendiri. Tahun ini Museum Dewantara Kirti Griya telah mencapai usia 48 tahun.Museum ini berdiri di atas lahan seluas 2.720 meter persegi dan luas mencapai 300 meter persegi. Museum ini juga telah masuk dalam daftar Benda Cagar Budaya (BCB) pada tahun 2007 .

  1. Pertama berdiri hanya terdapat 25 peserta didik

Pada mulanya peserta didik yang berhasil dikumpulkan terhitung sebanyak 25 peserta didik yang menjadi bagian dari Taman Indra. Taman Indra sendiri setara dengan sekolah taman kanak-kanak dimasa sekarang

  1. Arti nama museum

Museum Dewantara Kirti Griya adalah pemberian seorang ahli bahasa Jawa, Bapak Hadiwijono. Adapun filosofi dari masing-masing penggalan nama tersebut adalah :

Dewantara diambil dari nama Sang Empunya rumah.

Kirti dari bahasa Sansekerta yang berarti pekerjaaan.

Baca Juga  Ini Dia Surga Berbelanja Jilbab Di Jogja Harga Mahasiswa Banget!

Sedangkan ,griya dari bahasa Jawa yang berarti rumah.

Secara lengkap museum ini berarti

“  Rumah yang berisi  hasil kerja Ki Hajar Dewantara “

  1. Pendapa Agung Taman Siswa dan Filosofi yang terkandung di dalamnya

Pendapa yang terletak di area Perguruan Taman Siswa ini bergaya Jawa-Yogyakarta dengan ukuran kurang lebih 17 m x 17 m. Lantai pendapa dibangun lebih tinggi sekitar satu meter dari lantai tanah. Pendapa ini sendiri mencapai tinggi kurang lebih 12 meter.

Semenjak tahun 1952, dilakukan perluasan pada pendapa dengan menambahkan sayap kanan dan kiri beserta tempat menyimpan gamelan.

Pendapa ini mengandung falsafah yang tinggi khususnya bagi Perguruan Taman Siswa .  Pendapa mewakili sebuah tempat yang diliputi oleh suasana  ‘keluhuran budi’ .

  1. Isi Koleksi Museum

Museum ini sendiri terbagi menjadi beberapa bagian yaitu ruang utama museum ,ruang perpustakaan museum lalu ada pendapa agung.

pic : museum.jogjaprov.go.id

Adapun pada ruang utama museum merupakan bekas kediaman Ki Hajar beserta sanak famili Museum tersebut  terdiri dari :

  1. Ruang Keluarga lengkap dengan almari, kursi goyang ,jam dan rak-rak berisi buku
  2. Ruang Tamu utama yang berada di sebelah kanan ruang keluarga. Disana terdapat telepon dan berbagai piagam penghargaan
  3. Ruang tidur khusus Ki Hadjar Dewantara berada di selasar depan rumah. Didalamnya terdapat berbagai perabot yang pernah dipakai Sang Pemilik rumah seperti pakaian dan kopiah (peci)
Baca Juga  Hutan Mangrove Kulonprogo, Destinasi Wisata Hits di Yogyakarta

Beralih keluar dari rumah utama terdapat perpustakaan yang menyimpan berbagai buku bacaan koleksi Ki Hajar. Di perpustakaan ini juga terdapat buku-buku yang berisi konsep mengenai ‘ketamansiswaan’. Kurang lebih jumlah koleksi di perpustakaan ini mencapai 2.000 buku.

  1. Simbol Taman Siswa : Patung Ki Hadjar

Patung Ki Hadjar ini dibangun menghadap arah jalan raya dan berdiri tepat di depan pendapa. Patung yang terbuat dari perunggu ini lengkap dibangun dengan ‘quotes’ terkenal dari Ki Hajar yaitu Tut Wuri Handayani

“Romo, mengapa kawan-kawanku diluar ‘kita ‘, dari ‘bangsa kita’ tidak mendapatkan perlakuan yang setara ?”  tanya Raden Mas Suwardi pada Ayahnya di suatu hari .Semenjak itulah  Suwardi mendapatkan ‘kekuatan berfikir’ mengenai konsep :

Lawan sastra ngesti mulya , dengan berilmu kita berjalan menuju kemuliaan.

Selamat Hari Pendidikan Nasional 2018 untuk Kampus tercinta, Universitas Negeri Yogyakarta

Semoga kita semua berhasil ditempa di kawah candradimuka untuk menjadi seorang pendidik yang berguna bagi nusa dan bangsa !

Salam Pendidikan !

About Tentrem Restu Werdhani

(Pribadi yang kebetulan suka nulis ). Belajar dan berproses di jurusan Pendidikan Luar Sekolah 2017. Bisa diikuti kegiatannya di instagram @Pramudhiyawardhani

Check Also

Ingin Aktif Berkontribusi Melestarikan Tradisi ? Bergabunglah Menjadi ‘Warga Baru’ KAMASETRA UNY

Salam Rahayu ! Dalam beragam sudut pandang khususnya pada abad 21 seperti sekarang ini, dimensi …