AsmaraPojok #UNYu

Obat Terbaik Dari Jatuh Cinta “MENIKAH”

Apakah kita memerlukan dokter untuk masalah cinta? Atau psikologi untuk mengobati cinta? Arti obat berarti ada penyakit didalamnya yang disebabkan oleh cinta. Cinta adalah perasaan suka dan sayang kepada sesama manusia. Tapi kenapa bisa ada penyakit atau masalah dalam cinta bila kita sayang dan suka kepada sesama manusia?

nikah
pic : pulsk.com

Kalian pasti sudah tidak asing lagi dengan kata “Pacaran”. Berawal dari teman, kemudian sering nongkrong bareng, enak di ajak curhat, terkadang kejadian yang sesimpel itu bisa menumbuhkan rasa sayang kepada lawan jenis. Hanya saja seringkali pacaran bisa menimbulkan masalah-masalah yang membuat kedua belah pihak sakit hati. Apakah perlu di bawa ke dokter bila sakit hati? Tentunya tidak. Apakah putus solusinya? Pasti banyak yang tidak setuju. Maka dari itu, obat terbaik dari jatuh cinta adalah “MENIKAH”.

Baca Juga  Kalender Akademik UNY

Karena pembaca umumnya adalah mahasiswa, pastilah sudah bisa dibilang dewasa. Apa sih sebenarnya tujuan pacaran? Bukankah untuk mencari pasangan hidup? Kalau sudah menemukan lekaslah menikah. Memang menikah pada zaman sekarang tidak sesimpel yang kita pikirkan. Banyak hal yang harus dipersiapkan.

baca juga : Ketika Pertanyaan ‘KAPAN NIKAH?’ Mencuat Ke Permukaan Saat Lebaran, Siapkan Jawaban Berikut Ini

Banyak masalah yang dihadapi pada saat pacaran. Beberapa alasannya karena keduanya belum mengenal lebih dalam satu sama lain. Masih memiliki ego masing-masing. Belum berpikir untuk serius. Pacaran hanya sekadar main-main, yang kapan saja bisa putus.

Berbeda jika sudah menikah, pasangan akan menekan ego nya masing-masing, karena (kamu+aku=kita). Pasangan yang sudah menikah akan berpikir lebih serius untuk masa depan mereka. Bila terjadi masalah pasti akan dipikirkan matang-matang agar tidak mengancam rumah tangga.  Jika masih pacaran, ada masalah sedikit saja tanpa berpikir panjang langsung “putus”, ada masalah lagi “putus lagi”, begitulah siklusnya. Berbeda dengan pasangan yang sudah menikah yang berpikir satu untuk selamanya.

Yang menggembirakan, pasangan yang sudah menikah tidak dilarang jatuh cinta alias bebas jatuh cinta kepada pasangannya sebesar-besarnya. Tak ada lagi sekat pemisah antara kedua belah pihak. Kedua belah pihak akan lebih bebas mengenal segala sisi dari pasangannya. Baik itu kekurangan maupun kelebihannya. Bagaimana siapkan anda untuk menikah?

Mengapa tidak berani menikah? Padahal pacaran saja berani. Waspadalah jika anda jatuh cinta karena solusi terbaiknya adalah menikah

Ulfa Aulia

Mahasiswi PBSI UNY

Related Articles

Back to top button
Close
X