Pojok #UNYu

Semester Depan Mulai Tatap Muka? Persiapkan Hal-Hal Ini!

Sudah satu tahun lamanya kita merasakan yang namanya kuliah daring. Bosan, capek, lebih banyak magernya, banyak nggak pahamnya, nilai jadi turun, dan masih banyak lagi aktivitas yang tidak mendukung perkuliahan. Tentu saja hal-hal itu sudah sangat familiar di kalangan para mahasiswa. Terlebih untuk para mahasiswa angkatan 2020, sama sekali belum merasakan fasilitas yang ada di UNY. Sampai sudah tak asing lagi dengan yang namanya kuliah sambil rebahan, kuliah sambil masak, kuliah sambil nongkrong, dan yang paling parah kuliah sambil tidur.

Nah, untuk mengubah kebiasaan buruk selama kuliah daring ini, ada banyak hal yang harus dilakukan. Apalagi sudah terdengar kabar bahwa semester depan kampus akan menerapkan sistem tatap muka. Jadi, apa yang perlu dipersiapkan agar kita tidak terkejut ketika memasuk dunia perkuliahan yang sebenarnya? Yuk kita simak!

  1. Tidak Tidur Larut Malam

Sejak pandemi, istilah rebahan lebih sering terdengar di telinga banyak orang. Mau bagaimana lagi, semua aktivitas dilakukan secara online, bahkan ada banyak orang yang tidak memiliki aktivitas apapun. Alhasil, tak ada pilihan selain rebahan di pulau kapuk yang gaya gravitasinya lebih besar dari biasanya.

Kebanyakan orang terbalik di dalam melakukan rebahan ini. Mayoritas memperbanyak rebahan saat pagi dan siang hari, tapi tidak tidur di waktu malam sampai pagi hari. Padahal, siang hari adalah waktu yang tepat untuk beraktivitas.

Baca Juga  58 Tim PKM UNY 2021 Lolos Pendanaan

Nah, untuk mempersiapkan perkuliahan tatap muka yang akan segera berlangsung, kita harus mulai membiasakan diri. Tidak tidur larut malam. Tujuannya supaya ketika kita memiliki jadwal perkuliahan di pagi hari, tidak ada yang namanya mengantuk atau bahkan tertidur di kelas. Kalau kuliah daring, tidur saat kelas mungkin tidak akan diketahui dosen. Tapi bagaimana dengan perkuliahan tatap muka?

 

  1. Melakukan Kegiatan Sesuai Waktunya

Kuliah sambil masak, kuliah belum mandi, kuliah sambil makan, kuliah sambil tidur. Sudah menjadi hal yang sepertinya wajib ada di setiap kelas perkuliahan. Apa penyebabnya? Karena kegiatan yang seharusnya dilakukan pada waktu itu, tidak segara kita lakukan. Saatnya memasak, kita malas-malasan. Saatnya mandi, kita punya beribu alasan, termasuk alasan menghemat air. Saatnya tidur, kita lebih senang scroll sosial media. Alhasil, semua jadi tidak sesuai dengan jadwal yang seharusnya.

Nah, agar kuliah kita tidak ter-distract dengan aktivitas lainnya, lakukanlah semua kegiatan sesuai dengan waktunya. Pikirkan akibat apa yang terjadi jika kita selalu menunda-nunda pekerjaan. “Menunda pekerjaan sama dengan menabung penderitaan,” begitu kata Nussa dan Rara.

 

  1. Mengurangi Bermain Sosial Media

Coba cari orang yang sama sekali tidak bermain sosial media, minimal Whats App. Hampir semua orang pasti bermain sosial media. Bedanya, ada yang masih tahu waktu, dan ada yang sudah tidak peduli soal waktu. Rebahan memang identik dengan bermain sosial media. Entah itu Whats App, Instagram, Twitter, Youtube, ataupun yang lainnya. Nah, aktivitas ini lah yang membuat kita jadi suka menunda-nunda pekerjaan, termasuk menyelesaikan tugas pun ikut tertunda.

Baca Juga  Untukmu yang sedang mencari kost baru, Perhatikan Hal ini

Untuk mempersiapkan perkuliahan tatap muka, kita harus mulai membiasakan diri mengurangi porsi bermain sosial media. Tidak harus menunggu mulainya perkuliahan tatap muka juga, sih. Sejak sekarang, cobalah untuk mengurangi porsi bermain sosial media. Minimal cobalah untuk membatasi porsi dengan prinsip ‘Aku hanya boleh membuka instagram sekali dalam sehari, dan hanya 30 menit. Aku hanya membuka Whats App untuk kepentingan yang sangat mendesak. Aku hanya boleh melihat Youtube seminggu sekali, sebagai bentuk self-reward ku.’ Atau buatlah prinsip-prinsip lain senyaman kalian. Tidak harus langsung berubah, karena itu pasti sulit. Tapi, untuk mengubah sedikit demi sedikit, saya tahu sobat #UNYu pasti bisa!

 

Pada intinya, saya cuma mau bilang JANGAN MENUNDA-NUNDA PEKERJAAN. Ya meskipun penulis juga masih sering berbuat seperti itu, tapi apa salahnya untuk saling mengingatkan dan sama-sama berubah?

 

 

 

Zahra Radhiyya M

Mahasiswi S1 Pendidikan Teknik Boga

Related Articles

Back to top button
X