Mahasiswa BangetPojok #UNYu

Suka Duka Menjalani Ujian Akhir Semester “Take Home”

Duh lagi disibukkan dengan UAS ya? Bulan Juni identik dengan UAS sih, habis itu juga penantian libur semester hihi ya kan? Apa kabar UAS kalian? Lancar-lancar sajakah selama mengerjakannya? Bikin contekan kah? Atau belajar rajin kah? Hehe. Berbicara soal UAS, pasti tak lepas dari jenis UAS itu sendiri. Maksudnya ada UAS yang ujian langsung di kampus, ujian lisan, atau ujian di rumah dan diberi tugas yang biasa disebut ujian take home. Adakah diantara kalian yang semester ini banyak ujian take home-nya? Bagaimana perasaaan kalian selama menjalani UAS take home tersebut? Mungkin poin-poin di bawah ini juga kalian rasakan saat menjalani UAS take home.

take home

1. Sedikit terhindar dari perasaan deg-degan

Nah kalau ujian langsung di kampus, biasanya kita akan merasa deg-degan kan gengs? Apalagi pas baca soalnya aja tiba-tiba langsung speechless karena soalnya susah banget apalagi banyak banget. Udah ada pilihan ganda ditambah lagi esai. Ya ampun masih dibatasi waktu pula. Biasanya kalau ujian di kampus kita malah deg-degan dan karena dikejar waktu jadi nggak maksimal ngerjainnya. Jadi sedikit bersyukur pas dapet ujian take home hihi.

Baca Juga  Antara Mahasiswa Dan Kopi

2. Kita menjadi sering datang ke perpustakaan dan membaca buku referensi

Namanya juga UAS take home. Biasanya bikin esai atau analisis kasus yang pastinya butuh buku referensi. Nah dengan adanya UAS take home ini melatih kita semakin rajin mencari dan membaca buku referensi yang berkaitan dengan tugas mata kuliah yang bersangkutan. Hal ini secara tidak langsung juga bisa melatih kita hafal dengan judul buku dan pengarangnya. Ini kan bisa menjadi bekal skripsi kita kelak, kita semakin banyak wawasan mengenai buku referensi yang pernah kita pakai. Siapa tahu besok waktu skripsi malah pakai buku-buku yang pernah kita pakai pada saat UAS.

3. Melatih kita lebih sering mengetik

Biasanya kalau UAS take home perintahnya untuk diketik kan gengs? Kalau kita sudah terbiasa dengan UAS take home yang banyak terutama perintahnya disuruh mengetik semua, ini bisa menjadi hal yang biasa untuk kita, siapa tahu kita menjadi bisa menguasai teknik typing master, jadinya kalau ada tugas dan disuruh diketik bisa ngetik cepet deh hihi.

4. Tapi kalau semua mata kuliah UAS take home, berat di mahasiswa

Hikz apakah kalian semester ini semua mata kuliah UAS take home? Atau paling mata kuliah yang ujian di kampus hanya terhitung sedikit? Nah kalau misal terlalu banyak UAS take home, itu malah berat di kita gengs. Biasanya kan sebelum UAS ada minggu tenang tuh, nah minggu tenang kita menjadi nggak tenang karena sibuk nyicil UAS take home huhu. Apalagi waktu pengumpulannya juga barengan dengan mata kuliah lain, kan juga memberatkan untuk mahasiswa. Pffft puk-puk sabar.

Baca Juga  5 Fakta di Balik Ketegaran Mahasiswa Perantau

5. Ngeprint-jilid mika-uang habis

Biasanya kalau UAS take home, dosen memberi ketentuan dalam mengetik, misalnya paling enggak 10-15 halaman. Masih minta dijilid juga biar rapi. Kalau ada gambarnya minta diprint warna. Alamak, apalah daya kita yang hanya mahasiswa dengan uang pas-pasan. Iya kalau cuma ngeprint untuk satu mata kuliah doang, nah kalau banyak? Huhu bisa-bisa uang udah habis sebelum pulang kampung. Sediiiiih.

Nah ternyata UAS take home juga ada suka dan dukanya ya gengs. Pintar-pintar kita untuk menyikapinya bagaimana. Jangan banyak mengeluh ya. Semoga nilai UAS teman-teman baik semua. Aamiin.

Bekti Renggani

Sastra Indonesia | 2014 | Mahasiswi yang suka nonton anime dan makan makanan Jepang

Related Articles

Back to top button
Close
X