Apa yang Salah Jika Aku Belum Lulus? | UNY COMMUNITY
Home / Mahasiswa Banget / Teruntuk Mamah, Apa yang Salah Jika Aku Belum Lulus?

Teruntuk Mamah, Apa yang Salah Jika Aku Belum Lulus?

Mah, aku masih berhutang gelar padamu. Aku pun  tahu, cara wahid menebus hutang itu adalah mempersembahkan momen wisuda di hadapanmu. Tapi, bukankah itu membutuhkan perjuangan tertentu, Mah? Tak bisakah dirimu sedikit bersabar dan jangan bertanya dengan beragam balutan kalimat tersirat yang berinti “kapan wisuda”?

Aku menyayangimu, Mah. Semesta pun tahu itu. Tapi mungkin, caraku menyayangimu agak berbeda dengan anak yang lain pada umumnya. Mereka akan dengan bangga mempersembahkan momen wisuda dengan perjuangan lebih singkat atau maksimal, tepat waktu. Tapi, anakmu ini berbeda, Mah. Agak molor. Satu, dua, dan tiga semester. Awalnya, bukan sengaja kulakukan ini, Mah. Sungguh.

mamah ingin aku Wisuda

Perkenalkan, anakmu yang beranjak dewasa ini, Mah. Yang mulai memiliki tanggung jawab lain daripada sekedar kuliah. Yang mulai menyambut dunia baru dengan beragam resiko.  Anakmu yang memiliki dunia baru dan mulai menikmati dunia baru tersebut.  Bukankah mengambil kesempatan yang baik itu tidak dilarang, Mah? Aku hanya memberanikan sedikit lain dari mereka untuk mencari jati diri, Mah. Tapi, tenanglah, ini masih dalam lini positif dan kuakui memang terkadang menguras waktu. Aku juga tak akan naif melanjutkan dunia baru tersebut jika malah membuatku tidak baik. Tapi? Inilah, Mah. Telah kutemukan passion-ku yang sebenarnya di dunia baru ini. Apa Mamah masih tetap melarangku kali ini?

Baca Juga  Tips Hari Pertama Kencan dengan Pasanganmu

baca juga : Gara-Gara Wisuda UNY

Sambutlah anakmu yang tak tepat waktu menyelesaikan kuliah ini, Mah. Mamah pun tahu, proses skripsi itu memiliki tantangan berbeda pada setiap orang. Anakmu ini, dipilih Tuhan untuk membentangkan lautan sabar semenjak berskripsi ria. Sabar dalam segala hal dan memaklumi berbagai hal walau terkadang hal tersebut agak sulit untuk dimaklumi. Sudah kuungkapkan padamu, Mah. Anakmu ini memiliki tantangan yang cukup greget untuk segera bisa sidang skripsi. Melewati tantangan A sampai Z dengan berbagai cara.

Percayalah, Mah. Peluhku selama ini akan terbayar dengan momen perayaan wisuda yang sangat kau nantikan itu. Sekali lagi, kumohon, bersabarlah sejenak. Anakmu ini sedang berusaha. Berusaha sederhana, Mah, bahwa aku belum lulus karena memang perjalanan ini mesti dilewati begini. Dan percayalah, bahwa aku menyayangimu selalu, Mah.

Baca Juga  Kata Siapa Sulit Merintis Usaha Saat Masih Menjadi Mahasiswa? Kamu Cukup Melakukan 6 Tips Ini!

About Dy Zhisastra

Saya menyayangi mereka yang menyayangi saya | Pegiat Sastra Universitas Negeri Yogyakarta

Check Also

Ketika Pertanyaan ‘KAPAN NIKAH?’ Mencuat Ke Permukaan Saat Lebaran, Siapkan Jawaban Berikut Ini

Kebayang gak gaes, saat momentum lebaran, saat di mana semua sanak keluarga berkumpul dan pertanyaan …