Tidak Lancar Bahasa Inggris Bisa Nutup Rejeki Lho, Coba Simak Cerita Berikut | UNY COMMUNITY
Saturday , 15 December 2018
Home / review / Tidak Lancar Bahasa Inggris Bisa Nutup Rejeki Lho, Coba Simak Cerita Berikut

Tidak Lancar Bahasa Inggris Bisa Nutup Rejeki Lho, Coba Simak Cerita Berikut

Rejeki memang di tangan Tuhan, tapi tentu tanpa usaha yang memadai rejeki itu bisa kabur begitu saja. Terutama dalam urusan pekerjaan, usaha untuk mendapatkan rejeki harus maksimal sehingga karir mulus dan tentunya perekonomian naik terus. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk mengembangkan karir itu belajar bahasa Inggris. Tapi, kita kan sudah belajar bahasa Inggris dari semenjak sekolah dasar, terus kenapa harus belajar lagi? Yakin kamu sudah menguasai bahasa Inggris yang baik dan benar? Mending cek dulu bahasa Inggris kamu di sini. Dan liat berapa skor kamu, sudah baik atau belum. Kalau belum, itu tandanya kamu harus belajar lagi.

Mari Kita Simak Cerita Berikut ini : 

Oke Gaes Anggap saja namanya Mia. Mia merupakan seorang gadis muda yang sedang gencar-gencarnya cari kerja, maklum ia baru saja lulus kuliah dan memasuki usia angkatan kerja aktif. Suatu hari Mia menerima panggilan dari sebuah perusahaan multinasional di Sudirman.

Siapa sih yang tidak kenal Sudirman? Rata-rata orang Jakarta ingin bekerja di sana lantaran di sana gudangnya perusahaan besar yang menjanjikan gaji tinggi. Mia senang sekali dapat panggilan ini, dan dengan niat dan kepercayaan diri tinggi, Mia berangkat dari rumah untuk memenuhi panggilan ini.

Baca Juga  Jangan Ikut Organisasi Jika Ingin Melewatkan Hal-Hal Berikut Ini

Pagi-pagi Mia sudah sampai di kantor perusahaan tersebut, ia disambut oleh staff HRD dan diarahkan untuk mengikuti serangkaian tes bersama kandidat lain. Setelah selesai, staff HRD bilang kalau kandidat terpilih akan dihubungi oleh perusahaan. Seminggu Mia menunggu dalam cemas, dan akhirnya ia menjadi salah satu yang terpilih untuk melanjutkan ke tahap interview.

Tahap ini merupakan tahap terakhir, dan ia sudah pasti diterima. Masalahnya sekarang, ia harus maju untuk negoisasi gaji dengan user. Tanpa disangka-sangka, sang user merupakan seorang pria asal Jerman yang baru saja datang ke Indonesia, dan tidak menguasai bahasa Indonesia. Jadi Negosiasi dilakukan dalam bahasa Inggris.

Mia kelawahan menghadapi calon atasannya, sekitar 70% percakapan tidak ia kuasai sehingga berujung pada tawaran gaji yang di bawah standar. Mia hanya diminta menjawab iya atau tidak, dan karena sangat membutuhkan pekerjaan, Mia menjawab iya. Sayang sekali, karena kemampuan komunikasi bahasa Inggris yang buruk, Mia tidak bisa mendapatkan gaji yang ia inginkan.

Baca Juga  Tips Investasi Rumah Kontrakan di Jakarta Timur

Padahal kandidat lain yang mampu berbahasa Inggris mendapatkan gaji jauh lebih besar. Ironisnya lagi, si user mengatakan bahwa Mia memiliki skor tes yang bagus. Personalnya pun bagus, namun sayang bahasa Inggrisnya jelek sehingga penilaian user terjun bebas. Mengapa demikian? Karena semua klien dan kolega perusahaan tersebut berasal dari berbagai negara, dan bahasa Inggris merupakan standar yang harus dikuasai untuk berkomunikasi.

Pastinya kamu tidak ingin kan punya nasib seperti Mia? Makanya belajar bahasa Inggris dari sekarang.

Apalagi sekarang sudah ada Neo Study, belajar bahasa Inggris jadi jauh  lebih mudah. Gak percaya? yuk download Neo Study di Google Play dan Apps Store sekarang dan coba langsung pengenal suara canggih, Neo Live (di sini kamu bisa belajar sama native speaker), pembelajaran adaptif (dijamin pembelajarannya fun dan gak ngebosenin), dan dapatkan juga sertifikasi CEFR (ini semacam SIM untuk bahasa Inggris, sama halnya seperti sertifikat TOEFL, TEFL, dan IELTS).

About admin

UNY COMMUNITY - Komunitas Mahasiswa dan Alumni UNY - kirim artikel menarik kalian ke redaksi@unycommunity.com, syarat dan ketentuan baca  Disini 

Check Also

Menikmati Sisi Lain Pulau Dewata Bali Saat Perayaan Nyepi

Istirahat sejenak dari penat bisa menjadi salah satu cara kita menghimpun dan mengendalikan kembali energi …

X