Lantunan doa bergema di gedung olahraga (GOR) UNY Depok Sleman, Rabu (30/11/2016) siang. Dipimpin seorang kyai, ribuan orang tampak khusyuk menundukkan kepala dan mengadahkan tangan memanjatkan doa pada Yang Maha Kuasa. Kegiatan tabligh akbar ini diikuti oleh Polri, TNI, Kanwil Kemenag DIY, Muhammadiyah, Nahdatul Ulama (NU), dan beberapa pesantren yang ada di DIY. Perhelatan yang dipelopori Polda DIY ini merupakan ajakan untuk menjaga keharmonisan di dalam kehidupan sehari-hari yang bernuasa Bhinneka Tunggal Ika. “Memanjatkan doa,…
Malam mulai mengintip. Sepiring nasi goreng dengan aroma menggugah siap untuk disantap. Irisan daging, telur serta taburan krupuk rasanya akan membuat makan malammu jadi istimewa. Siapa yang tak suka dengan nasi goreng? Kuliner yang satu ini memang sudah terkenal kelezatannya. Nah, mumpung kamu di Jogja jangan lewatkan kesempatan untuk menikmati lezatnya 5 nasi goreng ini ya! Penasaran? Ini dia! 1. Nasi Goreng Sapi Padmanaba Nasi Goreng Padmanaba terletak di depan SMAN 3 Yogyakarta. Di sini…
BEM FT UNY PROUDLY PRESENT SEKOLAH PECINTA INDONESIA 2016 Sebuah Talkshow Nasionalisme dengan tema “Apakah kita bangga menjadi bangsa Indonesia?” Pembicara: ?Prof. H. Slamet, PH, MA, M.Ed, MLHR, MA, Ph.D Kritikus Kebijakan ?Zamzam Adnan Ketua BEM UNY 2012 ?Estelita Liana, S.Ked Putri Pariwisata Indonesia 2014 ?Chindy Respa, S.Sos CSR Pertamina Jogja • Support Perform 7 Fakultas UNY ? • LIVE PERFORMANCE ?Pertunjukan Nusantara ?Teater Nusantara ?Band Akustik • FACILITY ?Ilmu Nasionalisme ?Snack ?Makan ?Jajanan Merakyat…
Kita sering dihadapkan pada fenomena bahwa jabatan, uang, popularitas, dan kehidupan yang menyenangkan itulah sebagai indikator sukses seseorang. Hal ini tidak salah, karena jabatan, uang dan sebagainya itu merupakan tanda secunder greatness atau kebesaran sekunder. Untuk itu perlu sejumlah upaya untuk menuju sukses tersebut. Demikian sambutan Rektor Universitas Negeri Yogyakarta Prof. Dr. Rochmat Wahab, M.Pd., MA dalam wisuda lulusan S-3, S-2, S-1, dan D-3 periode Agustus di GOR UNY, (26/11). Lebih lanjut Rektor mengatakan bahwa…
Hidup Rakyat! Seakan ikut terjebak stigma yang tersemat kepada beberapa etnis, pemerintah provinsi DIY ingin melindungi warga (yang mereka golongkan sebagai) pribumi dari warga (yang lagi-lagi menurut mereka) nonpribumi. Fakta bahwa aset tanah yang tersebar di seluruh negeri saat ini dimiliki oleh segelintir orang saja memang benar. Namun, pemprov membaca akar tunggang masalah tersebut bukan berdasar ketimpangan kelas sosial melainkan etnisitas yang beragam. Warga yang digolongkan nonpribumi tidak boleh mempunyai surat hak milik tanah di…