Pojok #UNYuTips

Tips Mengerjakan Tugas Kelompok Ala Mahasiswa #UNYu

Tak seperti saat bersekolah, menjadi seorang mahasiswa terkadang membuat kita susah mengatur waktu atau jadwal kegiatan sehari-hari. Termasuk jadwal atau waktu untuk mengerjakan tugas kelompok yang sering diberikan dosen. Padahal, setiap mahasiswa memiliki kegiatan masing-masing yang hampir susah untuk dipertemukan titik kelonggarannya. Sekalinya mempunyai waktu longgar untuk mengerjakan tugas bersama, akhirnya juga tidak dapat dilaksanakan dengan efektif juga karena tugas yang dikerjakan tak hanya satu halaman saja.

tugas kelompok
pic : malesbanget.com

Lalu bagaimana solusinya agar tugas kelompok dapat dikerjakan secara lebih efektif dan efisien? Salah satu metodenya adalah dengan melakukan kerja kelompok jarak jauh. Mengingat di era digital ini, kita sudah dimudahkan dalam berkomunikasi secara mobile untuk menghemat waktu. Berikut cara-cara yang dapat kalian lakukan:

1. Cari tahu kelebihan dan kelemahan anggota kelompok dalam mengerjakan tugas.

Jika kalian mahasiswa baru yang belum mengenal dengan pasti satu sama lain, utamakan untuk menyempatkan sedikit waktu minimal 10-15 menit untuk berkumpul dan bisa dilakukan di sela-sela pergantian mata kuliah. Jika sudah, maka segera dibahas tugas yang akan dikerjakan mana saja. Jika tugas yang diberikan adalah beberapa soal analisis yang diolah menjadi sebuah artikel, maka dapat dirundingkan siapa yang akan mengerjakan soal nomor satu dan seterusnya. Setelah itu, diberikan tenggang waktu maksimal pengumpulan di salah satu anggota kelompok (sukarelawan) untuk diolah dan dijadikan satu tulisan dari masing-masing anggota (biasanya dikumpulkan via email).  Maksimal H-1 sebelum pengumpulan atau presentasi, sangat wajib jika tugas kelompok harus sudah jadi dan siap dikumpulkan di hari berikutnya.

Baca Juga  Nona, Coba Kita Berganti Posisi. Bagaimana Rasanya Jika Kekasihmu Yang Kucuri?

2. Membagi tugas sesuai kemampuan anggota kelompok

Adil bukan berarti sama rata, adil adalah menempatkan segala sesuatu sesuai porsinya. Kerja kelompok juga melatih kita untuk pengertian dan juga sabar. Cara membagi tugas adalah dengan mengkategorikan anggota kelompok, yaitu: Mahasiswa yang kurang bisa merangkai kata atau tipe mahasiswa lapangan; Mahasiswa yang memiliki kelebihan dalam mengolah data; serta Mahasiswa yang antara ada dan tiada.

Bagi mahasiswa yang memiliki kelemahan dalam hal mengolah kalimat di depan laptop dan memiliki kelebihan di lapangan, bisa memberikan kontribusi dengan mencarikan sumber atau referensi baik buku dan jurnal untuk kemudian dikirimkan dan diolah oleh anggota kelompok yang memiliki kelebihan dalam mengolah data di depan laptop. Hal tersebut sama-sama menguntungkan dan membuat pekerjaan menjadi lebih efektif.

Baca Juga  Be Amazing With Sastra Inggris UNY

baca juga : 3 Alasan Klasik Mahasiswa Menunda Tugas Kuliah

Selanjutnya, solusi bagi mahasiswa yang antara ada dan tiada adalah, diberikan tawaran antara berapa jobdes yang wajib dipilih dan dikerjakan, yaitu: mencari referensi, mengolah data, membuat file presentasi, atau menjadi pemantik sekaligus moderator saat prensentasi dilakukan.

Nah, begitulah tips yang dapat saya berikan untuk meningkatkan efektivitas kita dalam mengerjakan tugas kelompok selama menjadi mahasiswa yang memiliki segudang aktivitas dan kesibukan. O iya, lalu bagaimana dengan mahasiswa yang sama sekali tidak berkontribusi dalam pengerjaan tugas kelompok? Haruskah kita meniadakan namanya dalam daftar nama kelompok?

Saran dari saya adalah, mencobalah bijak saat menjadi mahasiswa. Tidak ada salah dan ruginya mencantumkan namanya di daftar anggota kelompok kita walaupun dia tidak ikut memberikan kontribusi saat penyusunan. Mengapa? Toh dengan mengerjakan tugas, kita dapat memiliki pengetahuan yang lebih dibanding yang tidak ikut mengerjakan. Dia sudah cukup mendapatkan konsekuensi tersebut atas ketidakterlibatannya dalam pengerjaan tugas. Bukan berarti kita membiarkan dan memelihara ketidakpedulian dari mahasiswa tersebut, tapi ada saatnya mahasiswa tersebut menyesal dengan sendirinya terhadap ketidaktahuannya tersebut.

Libriana Candra

Mahasiswi Pendidikan Sosiologi |Menulis, Backpacking |amarisdaren.blogspot.com

Related Articles

Back to top button
Close
X