OpiniPojok #UNYu

Antara Jaminan PNS Atau Pengabdian

Buat kalian mahasiswa baru di prodi keguruan, perlu kalian pahami sedari awal tujuan kalian selepas mendapat gelar Sarjana Pendidikan. Apakah ingin menjadi pendidik yang baik dengan misi meningkatkan kualitas anak bangsa, atau hanya sekedar sebagai syarat menjadi guru dengan goal memperoleh gelar Pegawai Negeri Sipil (PNS)?

ilustrasi-guru-sedang-mengajar_20150423_154114

Memang kebanyakan yang berkuliah di jurusan kependidikan memiliki background keluarga PNS atau guru yang bercita-cita menjadi PNS. Tergiur dengan jaminan ini itu sampai dengan jaminan pensiun yang turun temurun diiming-imingkan. Walau tak semua, toh juga pada kenyataan di lapangan banyak ditemui mahasiswa jurusan kependidikan yang walaupun “nyeleneh” saat berkuliah, tapi ternyata mereka memegang misi murni untuk mencerdaskan anak bangsa dengan pendidikan yang baik dan inspiratif.

Disini saya tidak akan membahas mana yang baik dan tidak baik. Saya lebih mengarahkan kalian para pembaca untuk menjernihkan serta memantapkan hati dan pikiran. Apa tujuan utama anda berkuliah di jurusan kependidikan? Bagi saya sah-sah saja jika banyak dari kalian tujuan utamanya ingin menjadi PNS. Hanya saja, akan lebih baik jika kalian menjadi PNS yang memiliki kompetensi sebagai pendidik yang baik dan inspiratif.

Baca Juga  Alasan Unik Mengapa Kuliah di UNY ?

Tentunya itu adalah suatu hal yang sebenarnya tidak lah sulit. Mengabdi iya, gaji juga cukup. Bagaimanapun roda perekonomian tetap berputar. Guru juga butuh upah untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Sandang, pangan, papan, dan pendidikan anak-anak mereka. Tapi, apakah seorang guru harus jadi PNS untuk memenuhi kebutuhan hidup  keluarganya? Tentunya tidak. Toh menjadi PNS juga belum tentu memiliki gaji yang besar seperti yang dibayangkan. Terlebih kini banyak sekali guru honorer dengan gaji tinggi melebihi guru PNS. Mereka biasanya yang mendidik di sekolah-sekolah swasta yang biaya pendidikannya cukup mahal dan memang menawarkan kualitas pendidikan yang baik.

Baca juga :  Rahasia Awet Muda Menjadi Guru

Ya, mahal karena untuk menggaji tenaga pendidik yang baik itu tidak sedikit. Berbeda dengan pendidik honorer kebanyakan yang hanya digaji dengan sedikit lembar seratus ribuan setiap bulannya. Padahal, justru mereka lah biasanya yang memiliki kriteria sebagai guru ideal. Berjuang ditengah keterbatasan, dan kualitas pendidikan yang cukup baik. Siapakah mereka? Mereka kebanyakan adalah para pendatang di dunia perguruan, dengan misi mendidik sebagai pengabdian, namun terperangkap dengan kondisi yang menyedihkan.

Baca Juga  Halo Pejuang UNY! Ini Dia Prosedur Seleksi Mandiri UNY 2020

Menyedihkan, semuanya memang menyedihkan. Baik itu pendidik berstatus PNS yang ingin memperoleh Sertifikasi demi meningkatkan kesejahteraannya, ataupun bagi pendidik yang mengabdi sepenuhnya pada Negara namun terperangkap dengan upah yang tak seberapa. Begitulah realita kehidupan para pendidik di negeri ini. “Uang atau pengabdian?” dua hal yang masih saja berkecimuk di dalam hati dan pikiran. Mana yang harus mereka pilih? Mana yang harus mereka dahulukan? Kembali, hidup adalah tentang sebuah pilihan dengan masing-masing konsekuensi yang selalu mengikutinya.

Libriana Candra

Mahasiswi Pendidikan Sosiologi |Menulis, Backpacking |amarisdaren.blogspot.com

Related Articles

Back to top button
Close
X