Graha Organik, Pengelolaan Limbah Organik Rumah Tangga menjadi Pupuk Kompos | UNY COMMUNITY
Monday , 24 June 2019
Home / Kabar Kampus / Graha Organik, Pengelolaan Limbah Organik Rumah Tangga menjadi Pupuk Kompos

Graha Organik, Pengelolaan Limbah Organik Rumah Tangga menjadi Pupuk Kompos

Sampah masih menjadi permasalahan krusial di berbagai daerah di Indonesia. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk mewujudkan visi Indonesia Bersih Sampah 2020. Keberadaan limbah yang semakin tidak terkendali dipicu oleh pesatnya pertumbuhan penduduk yang tidak diimbangi dengan kesadaran akan kebersihan lingkungan dan kurangnya pemahaman tentang pengolahan limbah. Dari sekian banyak sumber penghasil limbah, rumah tangga adalah penyumbang terbesar limbah. Jenis limbah organik biasanya hanya dibakar begitu saja dan asap hasil pembakaran akan mencemari udara. Keadaan seperti inilah yang terjadi di Dusun Sumber Batikan, Bantul, Yogyakarta. Keadaan lingkungan dengan pekarangan yang sangat luas dan banyaknya tumbuhan serta hasil limbah organik rumah tangga terutama sayur-sayuran untuk memasak belum termanfaatkan dengan baik. Sekitar 90% penduduknya bermata pencaharian sebagai petani sedangkan istrinya sebagian besar hanya menganggur di rumah. Dengan adanya potensi ini maka tim PKM-Pengabdian Masyarakat UNY terdiri dari Eryan Dwi dan kawan-kawan menggagas sebuah ide dengan konsep Graha Organik.

Graha Organik

Graha Organik merupakan sebuah integrasi pengelolaan limbah organik rumah tangga terutama sayur-sayuran untuk dapat dikelola menjadi kompos organik. Ide ini sebagai program pengabdian masyarakat dimana seluruh kegiatannya melibatkan masyarakat setempat mulai dari pengumpulan sampah, pengomposan, pengemasan, pembibitan, promosi, penjualan, hingga pelaporan dan administrasi. Tujuan dari ide pengabdian ini adalah untuk merintis ecopreneur dimana berwirausaha yang mengedepankan aspek lingkungan. Pengabdian ini menawarkan penta benefit yaitu: pengelolaan sampah organik, menumbuhkembangkan kewirausahaan warga, menciptakan lingkungan bersih, mendukung pertanian ramah lingkungan, dan pemberdayaan istri petani.

Baca Juga  Garuda UNY dapatkan dukungan penuh DUBES Indonesia di Jepang

Dalam pelaksanaannya tim PKM-Pengabdian Masyarakat ini bekerja sama dengan Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul dan Jejaring Sampah Kabupaten Bantul. Program pengabdian ini berlangsung dari Bulan Maret hingga Bulan Juni tahun 2016. Kegiatan perdana dibuka dengan penanaman kesadaran dan wawasan akan pentingnya pengelolaan sampah yang dibersamai oleh Ibu Sri Rahayu selaku perwakilan dari Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul. Pertemuan kedua tim bersama dengan Bapak Jumali selaku ketua Jejaring Sampah Kabupaten Bantul mengadakan simulasi sederhana mengenai teknik-teknik pembuatan kompos. Kedua pertemuan ini sebagai pedoman kami dalam melakukan pengomposan. Warga bersama tim PKM-Pengabdian kemudian melakukan pengomposan massal dengan berbahan baku sayuran sisa makanan, sayuran busuk, dan sampah dedaunan di sekitar tempat tinggal. Warga melakukan pengomposan secara berkala yaitu setiap minggunya pada Hari Minggu dengan kapasitas produksi 10 kg kompos tiap kali produksi.

Graha Organik pupuk

Kompos yang telah dibuat kemudian dimanfaatkan terlebih dahulu untuk penghijauan sekitar dan pembibitan mandiri. Tim PKM-Pengabdian Masyarakat beserta warga kemudian membuat cungkup atau tempat pembibitan dengan plastik UV. Benih yang telah berhasil dibibitkan adalah: durian, buah tin, terong, cabai, lobak, bengkoang, pare, dan seledri. Dalam jangka satu bulan bibit ini telah siap untuk dipasarkan. Selanjutnya kompos akan dikemas dengan berat 3 kg dan dijual seharga Rp6.000,00. Tim PKM-Pengabdian Masyarakat beserta warga telah membuat akun media sosial instagram @grahaorganik.uny sebagai media penjualan. Akun media sosial ini dikelola sendiri oleh warga setempat yaitu Mbak Ana yang memiliki kemampuan lebih dalam bidang IT.

Baca Juga  Mahasiswa FMIPA UNY Juara I LKTI Nasional Agrofest UPI 2016

Tim PKM-Pengabdian Masyarakat UNY berharap bahwa gagasan ini dapat berkelanjutan dan menjadikan kemandirian ekonomi di Dusun Sumber Batikan. Besar harapan tim dapat menjadi perhatian bagi pemerintah setempat untuk mengembangkan lebih lanjut dari gagasan Graha Organik. Salam Ecopreneur!

Penulis : Eryan Dwi

About admin

UNY COMMUNITY - Komunitas Mahasiswa dan Alumni UNY - kirim artikel menarik kalian ke redaksi@unycommunity.com, syarat dan ketentuan baca  Disini 

Check Also

Lowongan Guru SMK Ki Ageng Pemanahan Bantul

SMK Ki Ageng pemanahan membuka lowongan, dengan posisi yang dibutuhkan sebagai berikut : 1.Guru Bahasa …

X