Mahasiswa BangetPojok #UNYu

Hanya Mahasiswa Penyiar Radio yang Merasakan Hal Ini

Artikel ini akan berbicara bagaimana lika-liku seorang mahasiswa yang juga merangkap sebagai penyiar radio. Kalau berbicara soal radio, UNY juga punya UKM Radio Komunitas lho, namanya Magenta Radio. Nah, beberapa hari yang lalu saya telah mewawancarai kedua teman saya yang bernama Ghozali Saputro dan Mutia Nurul Ihsani (cek facebooknya boleh hehe) yang mana mereka adalah seorang penyiar radio aktif di Magenta Radio dan juga sebagai pengurus. Lantas apa saja lika-liku atau suka duka menjadi mahasiswa yang juga merangkap sebagai penyiar radio? Mari kita simak.

1. Jadi penyiar radio ternyata nggak sekadar duduk di belakang layar aja

Jadi penyiar radio
pic : salahtingkah.wordpress.com

Bener banget nih. Ternyata jadi penyiar radio itu nggak seperti yang kita bayangkan lho gengs, nggak hanya duduk di belakang layar aja. Tapi harus punya materi atau pun cari berita. Dan juga harus bisa mengoperasikan alat-alat untuk siarannya.

2. Dituntut untuk menjadi penyiar yang profesional

penyiar yang profesional
pic : pbs.twimg.com

Walaupun penyiar radio bekerja di belakang layar, seorang penyiar radio harus bekerja secara profesional, seperti harus banyak pengetahuan tentang lagu-lagu manca atau asia, terus harus banyak pengetahuan pula mengenai berita terhangat, atau pun membuat suaranya dikenal oleh para pendengarnya. Walaupun di belakang layar, kalau punya suara khas pastinya akan dikenal oleh pendengarnya hihihi.

Baca Juga  Dear Maba, Masuk UNY Adalah Potret Perjuanganmu Yang Menjadi Nyata !

3. Masalah partner kerja

business-partner
pic : wirausahaindo.files.wordpress.com/

Menjadi penyiar radio itu kadang ada yang sendiri, kadang ada pula yang bekerja dengan partner. Kalau bekerja dengan partner yang enak sih nggak papa, tapi kalau dengan partner yang orangnya nggak klop, naaaah itu yang kadang bikin masalah. Bukan masalah besar sih. Ya mungkin saja mood buat siaran akan menurun. Soalnya sama partner yang nggak klop.

baca juga :  Lika-liku Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia

4. Mahasiswa penyiar radio itu orangnya asik-asik

 asik

Gimana nggak asik coba? Penyiarnya aja nggak kenal kamu, tapi kamu disapa terus. Kalau pesen lagu juga diputerin. Kurang baik apa hihihi. Lalu, kadang menjadi penyiar radio itu juga bisa sekalian nimbrung curhat colongan lho. Misalnya pas segmen cinta-cinta gitu. Penyiarnya juga ikut curhat tentang cerita cintanya hehe.

5. Mahasiswa penyiar radio itu banyak omong

23905592-Abstract-vintage-music-notes-with-old-radio-Stock-Photo-music

Ya jelas. Sebagai penyiar radio kan memang dituntut untuk pandai berbicara dan terlebih lagi banyak omong. Tapi bukan hanya sekadar omong kosong lho. Karena secara nggak langsung mahasiswa penyiar radio punya pengetahuan yang banyak selain pengetahuan tentang musik, juga pengetahuan umum karena di radio pasti ada segmen-segmen tentang berita terhangat gitu.

6. Jaringan internet lambat, sedih

Screen Shot 2014-12-27 at 11.36.56

Kalau jaringan internet lambat pasti sedih banget. Soalnya kalau mau streaming juga jadi macet. Huhuhu.

baca juga :  5 Tipe Mahasiswa “Kupu-kupu”

7. Mahasiswa penyiar radio bukan hanya menjadi penyiar saja, tapi juga ada kerjaan lain

trik-penyiar-radio-mengemas-topik-serius-menjadi-ringan

Banyak yang berpikir bahwa menjadi mahasiswa yang merangkap sebagai penyiar radio kerjaannya ya hanya siaran di radio aja. Eits ternyata bukan lho. Mereka juga harus mencari bahan untuk diobrolin pada waktu siaran, dan juga mencari bahan untuk di-upload di website. Selain itu jika jabatannya juga merangkap sebagai pengurus, kerjanya semakin tambah lagi. Misalnya menulis script, harus membuat tapping, dan pula masih dikejar deadline. Jadi, kerjaan penyiar radio itu banyaaaak banget.

Baca Juga  Hall Rektorat UNY, Ketika Diskusi dan Canda Bersanding Dinamis

8. Kalau lagi nggak mood, males siaran

pic : klamathvoice.com

Mahasiswa yang juga merangkap sebagai penyiar radio itu pastinya juga kenal lelah dan capek. Kadang juga merasakan rasa nggak mood atau lagi nggak pengen siaran. Tapi sayangnya pas lagi nggak pengen siaran, tapi malah kedapatan jadwal siaran. Ya gimana lagi? Demi menyenangkan hati para pendengarnya, otomatis tetap dipaksa untuk siaran.

Naaah, banyak banget ya gengs lika-liku mahasiswa yang juga merangkap sebagai penyiar radio. Hihihi. Jangan lupa juga ya gengs dengerin Magenta Radio, Radio Komunitas UNY di 107.9 FM~

Bekti Renggani

Sastra Indonesia | 2014 | Mahasiswi yang suka nonton anime dan makan makanan Jepang

Related Articles

Back to top button
Close
X