Menjadi Koko dan Cici Seharian Ala Kampung Pecinan Ketandan Yogyakarta | UNY COMMUNITY
Home / Jogjaku / Menjadi Koko dan Cici Seharian Ala Kampung Pecinan Ketandan Yogyakarta

Menjadi Koko dan Cici Seharian Ala Kampung Pecinan Ketandan Yogyakarta

Ni Hao !

Perayaan Imlek memang sudah berlalu 16 Februari lalu. Namun,tidak ada salahnya kita kembali sedikit bernostalgia dengan riuh peringatannya . Ada banyak sekali event yang berlangsung. Salah satu sudut Kota Istimewa ini ,Kampung Ketandan berhasil merekam bagaimana keanekaragaman bisa bersatu dalam suatu harmonisasi .

Sebagai Kampung Pecinan di Yogyakarta , Ketandan didapuk menjadi ‘tuan rumah’ dalam gelaran acara Jogja Chinese Art and Culture Centre 2018 atau dikenal sebagai Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta 2018 .Acara yang digelar tahunan ini bukan khusus diperuntukan bagi mereka etnis Tionghoa ,namun juga hiburan untuk masyarakat lainnya .

Lalu apa saja hal menarik yang berhasil terekam oleh tim liputan kami ? Berikut ini ulasannya :

1. Lokasi Kampung Ketandan Yogyakarta

Perempatan Kampung Ketandan yang asyik buat swafoto (via : nasirullahsitam.com)

Kampung Ketandan Yogyakarta tidak sulit untuk ditemukan, pasalnya letak yang berdekatan dengan area Malioboro dan Pasar Beringharjo yang terkenal itu .

Secara administratif Kampung ini berada di Kecamatan Gondomanan atau tepatnya disebelah tenggara perempatan antara Jalan Malioboro ,Jalan Margo Mulyo ,Jalan Pajeksan dan Jalan Suryatmajan.

Baca Juga  Wisata Kekinian : Upside Down World Jogja

Kamu cukup mencari gapura yang berukiran oriental khas Tionghoa dan mulai telusuri jalannya !

2. Punya Agenda Tahunan yang Seru

Seperti pada tahun –tahun sebelumnya ,Pemerintah Daerah selalu menyelenggarakan acara untuk memperingati Imlek . Misalnya dengan merias jalanan sepanjang Malioboro dengan Lampion Merah hingga Pekan Budaya Tionghoa .

Pertunjukan Wayang potehi ( via : indonesiaKaya.com)

Pekan budaya ini telah dimulai semenjak tahun 2005 . Tahun ini ,PBTY menyelenggarakan kembali acara tepatnya pada 24 Februari -2 Maret 2018 yang lalu.

Ada banyak sekali agenda seru yang diadakan di tempat ini misalnya Pemilihan Koko dan Cici 2018,Lomba Menyanyi dengan Bahasa Mandarin ,Festival Barongsai ,hingga Pertunjukan Wayang Khas Tionghoa bernama Wayang Potehi

  1. Ada Banyak Titik Asyik buat Swafoto
Gapura Kampung Ketandan (via : wonderfulisland.id)

Buat kamu pecinta fotografi atau yang hobi berswafoto atau selfie ,Ketandan memiliki spot-spot menarik yang bakal menambah hasil bidikan lensamu terlihat instagramable.

Baca Juga  Kelezatan Mie Ayam Pak Slamet Selamatkan Kantong Mahasiswa

Misalnya :

  1. Gapura Pintu Masuk
  2. Taman Lampion
  3. Perempatan Kampung Ketandan dengan background merah dan kuningnya yang khas
  4. Rumah Budaya sebagai Rumah Pendiri Ketandan
  5. Maskot Anjing Tanah sebagai Shio tahun ini

  1. Makanan Khas saat Pekan Budaya

Pada perayaan Pekan Budaya Tionghoa ,sepanjang Jalan Ketandan disulap menjadi stand-stand makanan . Banyak sekali makanan yang dijajakan .Mulai dari Bakso, Nasi Goreng,Lumpia, Cakwe ,Dimsum , hingga makanan khas oriental seperti Nasi Hainan, Bacang dan Lontong Cap Go Meh .

Bacang makanan khas Tionghoa yang banyak dijual saat PBTY 2018 (Bobo.ID )

  1. Ketandan dalam Histografi Waktu

Ketandan atau dalam bahasa Mandarin disebut juga ‘Ke Tan Than Chuen’ menjelma sebagai motor penggerak perekonomian semenjak jaman penjajahan kolonialisme Belanda.Eksistensinya dimulai semenjak pemerintahan Sultan Hamengkubuwono VII kurang lebih pada abad ke 19 Masehi.

Konon, Ketandan berasal dari kata “Tondo” yang merupakan ungkapan untuk para pejabat penarik pajak .

Baca Juga  Destinasi wisata CURUG yang harus kamu coba ketika berkunjung ke Girimulyo Kulon progo

Dalam literatur sejarah , Ketandan didirikan oleh Tan Jin Sing seorang tokoh yang hidup kurang lebih dalam kurun waktu 1760-1831 .

  1. Ketandan Yang Istimewa seperti Jogja

Kampung Ketandan merupakan saksi bisu adanya akulturasi antara Budaya Tionghoa , Jawa dan Eropa semenjak ratusan tahun yang lalu .Di kawasan ini banyak bangunan berbentuk panjang dengan ornamen-ornamen kuno yang khas dan digunakan untuk Ruko (rumah dan toko ) . Kebanyakan masyarakat memiliki usaha toko emas dan permata .

  1. Perayaan Usai Anda Tetap Bisa Berkunjung

Pengunjung yang ingin mendatangi Kampung Pecinan Ketandan bisa datang kapan saja tanpa dikenai biaya apapun. Bisa berbelanja emas atau hanya sekedar melihat-melihat arsitektur bangunannya .

Ruh budaya Tionghoa ada di Ketandan semenjak ratuhan tahun yang lalu . Dan kini , Ketandan adalah wujud akulturasi budaya untuk mengukuhkan persatuan yang wajib kita jaga dan bina .

Salam Budaya !

About Tentrem Restu Werdhani

-Ik been een Student at Yogyakarta Universiteit -PLS 2017 -Follow me on @pramudhiyawardhani

Check Also

Pengen Kuliah Di UNY? Program D3 Berikut Ini Bisa Menjadi Pilihanmu!

Hallo UNY-u ! Apa Kabar ? Semoga baik ya .. Tidak terasa ya langkah-langkah penuh …