Mahasiswa BangetPojok #UNYu

Ragam Rasa Fresh Graduate Saat Memasuki Dunia Kerja

Sebelum lebih lanjut, ucapan “selamat” layak diperuntukan kepada mereka yang fresh graduate. Finally, lulus dalam kisah jatuh bangunnya tersendiri sudah mampu dilalui. Waktu tak pernah ingkar untuk sebuah pencapaian tertentu memang. Dan fresh graduate yang mulai membangun kehidupan lebih lanjut dengan bekerja, pasti menyimpan rasa-rasa seperti berikut. Simak.

Bersyukur pada Tuhan Adalah Sebaik-baiknya Rasa

bersyukur

Seberapa besar usaha yang dilakukan, sekuat apa pun pencapaian, semua tetap menyertakan Tuhan. Ya, benar. Restu Tuhan adalah kesetiaan manis yang tidak terbantahkan. Sebagai manusia, tentu upaya real yang mesti dioptimalkan adalah bersyukur. Setelah lulus sudah bisa mendapat pekerjaan yang baik, bukankah pencapaian tersebut adalah kenikmatan yang manis? Bagaimanapun, bersyukur pada Tuhan adalah sebaik-baiknya rasa.

Mulai Menjadi Dewasa dalam Berbagai Situasi

Taraf kedewasaan seseorang akan mulai terbentuk salah satunya saat berada pada fase fresh graduate dan mulai memasuki dunia kerja. Mengapa? Kesadaran untuk menjadi lebih mandiri dari segi finansial, mengatur pengeluaran yang mulai bercabang sumbernya, mempersiapkan tabungan demi hidup yang lebih baik, belum lagi tersirat keinginan memberikan buah tangan untuk orang tua di rumah. Kompleks. Apa rasanya? Kompleks. Dan nilai kedewasaan makin tampak karena harus menyesuaikan pendapatan yang dimiliki dalam berbagai situasi.

Baca Juga  Kegiatan yang Bisa Kamu Lakukan Setelah Sahur

Merindukan Nongkrong dan Kebersamaan Lain yang Sepertinya Baru Kemarin

Kompleksitas rasa yang kadangkala sepintas berkelebat adalah rindu. Tentang rindu kebersamaan yang sepertinya baru kemarin. Naifnya, rindu yang muncul terkadang tidak pas datangnya. Bisa jadi rindu muncul saat akan pergi kerja dan melewati suatu tempat kenangan yang pernah dikunjungi bersama. Atau rindu datang justru di waktu sibuk-sibuknya bekerja. Praktis, kalimat yang kerap melanda, “Baru kemarin rasa-rasanya nongkrong bersama kalian dan sekarang harus kerja.”

Berjuang untuk Beradaptasi dengan Lingkungan Baru

Lingkungan baru, penyesuaian baru, dan seperti memulai hidup dari nol lagi. Sepintas, terasa melelahkan. But, sadar dan bangunlah dari keengganan tersebut, gaes. Hidup ini tidak mungkin dilalui bersama orang yang itu-itu saja, lingkungan yang itu-itu saja, suasana yang begini-begini saja. Berjuanglah untuk nyaman di lingkungan kerja.

Betapa Berharganya Waktu Bersama Keluarga

Memasuki dunia kerja, tetap ada hak sebagai pekerja. Yes, ini terkait libur kerja atau cuti. Sebagai seseorang yang baru menikmati pekerjaan, momen libur kerja jelas terasa emas sekali. Apalagi jika bisa memanfaatkan momen tersebut bersama keluarga tercinta. Dari sinilah kesadaran tentang betapa berharganya waktu mulai tercipta.

Baca Juga  Prospek Kerja tidak kalah bagus ! Ayo masuk prodi Baru FT UNY, Teknik Manufaktur !

Menikmati Tuntutan Kerja Atas Nama Profesionalitas

Dan pada akhirnya usaha beradaptasi dengan lingkungan kerja secara tidak langsung beriringan dengan menikmati proses. Jika sudah mulai terbiasa dengan iklim kerja, maka profesionalitas akan terbangun dengan sendirinya.

Tentang Pandangan Masa Depan

get-your-future-started

Pandangan akan masa depan sudah mulai muncul. Ditambah, sudah ada penghasilan yang bisa diandalkan sebagi penyokong mewujudkan masa depan. Masa depan seperti apa itu? Beragam, gaes. Praktis, jelas, seberapa pun kadarnya, tetap ada masa depan yang mengarah pada rasa ingin memiliki teman hidup apalagi sudah memiliki karir sendiri. Atur sajalah, usahakan semaksimal mungkin jika keinginan itu sudah datang.

Ragam rasa tersebut pasti kerap melanda insan fresh graduate yang mulai memasuki dunia kerja. Nikmati sajalah, bukankah hidup tetap akan terus berjalan?

Dy Zhisastra

Saya menyayangi mereka yang menyayangi saya | Pegiat Sastra Universitas Negeri Yogyakarta

Related Articles

Back to top button
Close
X