Mahasiswa BangetPojok #UNYu

Antara Mie Instan dan Anak Kost

Segala sesuatu yang berlebihan tidaklah baik. Juga, yang kurang juga tidak baik. Intinya dalam menjalani kehidupan, hendaklah tidak kurang dan tidak berlebih alias yang sedang-sedang saja. Begitu pula dengan pola makan kita sehari-hari. Terlebih jika kita adalah pelajar atau mahasiswa. Lebih khusus lagi adalah pelajar atau mahasiswa rantau. Hal tersebut amat perlu untuk diperhatikan karena menyangkut dengan kesehatan.

anak kost dan mie

Makan sehari tiga kali bagi mahasiswa rantau adalah sebuah rahmat. Harusnya kita patut bersyukur jika masih bisa menikmati makanan sehat tiga kali dalam sehari, bahkan lebih. Lalu, bagaimana dengan yang tidak? Bagaimana dengan mahasiswa yang dalam menghidupi dirinya sehari-hari serba pas-pasan? Bisa kuliah saja sudah alhamdulillah. Apakah kita termasuk pada golongan orang-orang berkecukupan bahkan lebih, atau golongan kedua yang serba pas-pasan?

baca juga : 4 Aksi Anak Kost Yang Egois

Ya, mahasiswa golongan kedua memang terasa mengenaskan. Tapi memang begitu keadaannya. Mereka berjuang mati-matian ditengah keterbatasan untuk bisa menjadi sarjana yang dapat membanggakan keluarga, dengan harapan bisa lulus secepatnya dan memperoleh pekerjaan layak setelahnya agar bisa menaikkan derajat sosial keluarga. Walaupun memang pada prakteknya mereka harus bertaruh nyawa selama kurang lebih 4 tahun bersekolah. Bagaikan terjun di medan perang, mereka rela menahan lapar, nafsu untuk menghamburkan uang, bahkan tak jarang yang rutin melakukan puasa senin-kamis sampai Daud. Demi sebuah mimpi, mimpi sederhana untuk membahagiakan keluarga. (Semoga mereka menjadi orang hebat kelak.)

Baca Juga  Selayang Pandang Pendidikan Teknik Otomotif UNY

Maka tak jarang seringkali kita temui headline news tentang banyaknya mahasiswa terserang sakit maagh sampai dengan tifus. Karena apa? Karena pola makan mereka yang sangat sulit untuk bisa tertib dan teratur. Termasuk kebiasaan para mahasiswa mengkonsumi mie instan setiap harinya. Bayangkan saja, berapa banyak endapan yang ada diperutnya jika setiap hari mahasiswa mengkonsumsi mie instan yang penuh bahan pengawet itu?

mie

Makan mie instan sangat boleh, namun juga tidak boleh berlebihan. Sekalipun dengan alasan tidak punya uang. Karena, taukah kalian, bahwa saat kita memakan mie instan, usus kita membutuhkan waktu minimal satu minggu untuk melumat makanan tersebut di dalam perut untuk dijadikan kotoran. Dengan kata lain, jika kita setiap hari mengkonsumsi mie instan, bisa dibayangkan betapa beratnya usus kita untuk mencerna makanan seharga Rp2.000-2.200/pcs itu? Maka, setelah itu tak jarang banyak dari kita akan memiliki perut yang buncit setelah mengkonsumsi mie instan dan mengalami gangguan pencernaan seperti susah buang air besar. Efek jangka panjang? Bisa dilihat di berbagai situs laman di internet. Banyak yang mengulas efek jangka panjang dari mengkonsumsi mie instan yang tentunya tak baik untuk kesehatan.

baca juga : 5 Kegiatan Alay Mahasiswa di Sosial Media

Oleh karena itu, pilihlah opsi lain yang lebih aman untuk mengganti mie instan yang kita konsumsi itu. Pertama, menanak nasi dan memasak sayur sendiri (jika memungkinkan alat dan tempatnya). Kedua, jangan enggan untuk menanak nasi sendiri di kost lalu membeli sayur matang di beberapa penjual yang biasanya ada di sekitar kost. Ketiga, jika tidak punya alat untuk menanak nasi, kita bisa saja membeli nasi sekaligus sayur di penjual nasi sayur di sekitar kost. Jangan pergi ke tempat mahal jika uang tidak cukup.

Baca Juga  Dear Maba, 6 Tips Ini Akan Membuatmu Cepat Beradaptasi Di Kampus Baru!

Yang jelas, hindari tempat nongkrong yang dapat menguras isi dompet. Karena walaupun sedikit, dompet yang setebal bukit akan kempes lebih cepat dari yang kita bayangkan. jangan enggan juga untuk membawa air mineral dari kost. Kalau perlu membawa bekal makan siang sendiri dari kost. Jangan malu, terlebih untuk para laki-laki, karena itu bukanlah tindakan kriminal yang membawa dosa.

Libriana Candra

Mahasiswi Pendidikan Sosiologi |Menulis, Backpacking |amarisdaren.blogspot.com

Related Articles

Back to top button
Close