Sastra | UNY COMMUNITY - Part 4
Monday , 24 June 2019
Home / Sastra (page 4)

Sastra

Kunamai Kau Dengan Rindu

Satu. Rindu. Cuma itu. Kamu pun tak perlu tahu seberapa sering aku menyimpan rindu untukmu dan aku mulai gelisah karena itu. Bagiku ini hanya soal waktu yang belum berpihak padaku. Belum saatnya membagi resah berdua denganmu. Tak perlu risaukan aku, ini memang hanya soal rindu. Satu. Rindu. Dan terus saja …

Read More »

Puisi – Kenangan Masa Putih Abu-Abu

Rembulan tengelam Berganti mentari bersinar Hari baru telah datang menjemput Secerah mentari,semanis embun pagi ,kusambut Kulangkahkan kaki kesekolah Sebuah angkasa luas Dimana jiwa mengepak bebas Hati lepas menembus batas Bawalah imajinasi terbang Bawalah angan melayang Untuk terus bermimpi layaklah sang pemimpi Jajaran pohon menyambut kedatanganku Dingin terasa dikalau hujan tak …

Read More »

Cerpen – Mengeja Hujan

…Seperti sebutir pasir, diriku tidak harus menjadi penting. Dalam percakapan yang lamat, aku mengeja hujan… Hari keduabelas setelah kepergianmu, aku masih menikmati keramahan hujan di balik jendela kaca yang setia. Duduk dan sangat sendiri di rumahku sendiri. Juga padamu yang masih segar di ingatanku. Tentang sebuah kebiasaanmu meletakkan tas hijau …

Read More »

Menjadi Sephia Lelaki A

Yang kutahu, kamu baru saja bergetar saat menerima kecupan. Pelan. Kulakukan dengan sangat hati-hati. Aku takut wajahku cedera lewat kumis tipismu. “Bahwa kamu tidak seperti wanita lain yang hanya datang dan pergi. Kamu adalah wanita yang layak dinanti seperti mentari yang tanpa pamrih bersumringah di tata surya.” Tuturnya sangat lembut …

Read More »

Cerpen – Sehari Berhujan

Aku terbangun, sebab lelehan hujan begitu ramah menyapa jendela kamar. Pagi yang tak biasa. Tak pernah kutemukan pagi seperti ini. Biasanya ada saja aktivitas yang kulakoni saat pagi berganti. Dan tidak untuk pagi ini. Benar-benar tak biasa. Terkutuk kurasa. Aku nyinyir, mengutuk pagi yang mungkin salah datang. Aku hambar, mengumpat …

Read More »

Puisi – Seimbang Tidak ???

Kalau boleh saya munafik, saya akan katakan “saya baik”Kalau boleh saya jujur, saya akan katakan, “saya terbentur”Kalau boleh saya bercinta, saya akan katakan, “bukan anda”Kalau boleh saya membunuh, saya akan katakan, “saya luluh”Kalau boleh saya terluka, saya akan katakan, “saya terima”Kalau boleh saya selingkuh, saya akan katakan, “saya bergemuruh”Kalau nanti …

Read More »

Cerpen : Cantik di Berkas Waktu

“Aku mendengar banyak hal tentang kamu….” Waktu sudah menunjukkan pukul sore. Sore yang tidak begitu cerah bagiku. Dan benar. Hujan belum turun, bahkan gerimis belum juga rontok. Dan dalam rangka menentramkan hati aku berkata pada diri sendiri: alangkah enak berkencan dengan berjalan kaki atau sekedar duduk berdua di alun-alun. Berbincang. …

Read More »

Puisi Gunung Sumbing

Awalnya kami adalah huruf-huruf yang berserak lalu di pertemukan layaknya sebuah kalimat didalam sebuah kisah sangat tidak mudah untuk membentuk kaliamat yang padu kami pun mencoba akrab pada waktu, mencoba akrab pada huruf lain yang saling berseru perlahan-lahan kami menjelma menjadi sebuah catatan kisah #sumbing   kami katakan bahwa kami …

Read More »
X