Asmara

Lepaskan Dia, Bila Itu Membuatmu Bahagia!

Apa yang kita cari saat mengiyakan untuk menjalin hubungan? Kebahagian. Apa lagi? Begitu juga ketika kamu menerima cintanya. Ketika itu kamu telah berharap sepenuh hati agar dia menjadi sosok pengayom dalam setiap kondisi hidupmu. Dia pun telah menyanggupi. Saat itu.

lepaskan-dia-bila-itu-membuatmu-bahagia

Kalian memang menjalani long distance relationship. LDR kata orang. Pada mulanya kamu sangsi untuk menjalani hubungan jarak jauh, namun lagi-lagi dengan ucapannya yang manis dia berhasil meyakinkanmu. Memastikan bahwa dia akan tetap setia padamu, meski banyak wanita hidupnya.

Kamu terlena. Siapa yang tak bangga bisa memiliki sosok ideal. Sedangkan di luar sana banyak wanita yang mengingkannya. Sedangkan kamu bisa mendapatkan hatinya dengan mudah. Begitu pikirmu saat itu.

Lalu masalah mulai bermunculan. Nyatanya beberapa wanita yang juga mengaku sebagai kekasihnya mulai bermunculan. Kamu terlibat cekcok dengan mereka. Sebaga wanita yang dari dulu selalu berusaha menghindari konflik, sebenarnya berat semua ini untukmu. Wanita-wanita itu terus saja bermuculan. Hilang satu, muncul lagi dua atau tiga, begitu seterusnya.

Baca Juga  Tips Hari Pertama Kencan dengan Pasanganmu

Sejauh ini kekasihmu selalu berhasil meyakinkanmu. Kamu mempercayainya. Meskipun untuk itu kamu harus menutup mata. Entah bagaimana kebenarannya. Hanya Tuhan dan dia yang tahu. Sakit, ada nyeri dalam dadamu yang tak bisa kamu abaikan begitu saja. Malangnya hal itu terus terjadi, nyaris dua hari sekali kalian terlibat pertengkaran karena hal itu. Sayangnya tak ada usaha dari dia agar hal itu tidak terulang lagi. Bisa jadi dia malah sangat menikmati hal itu.

Mati-matian kamu berusaha mempertahankan hubungan itu. Bukan hal gampang mengendalikan ego ketika manusia terus menerus disakiti. Hingga muncullah prahara itu. Seorang wanita dengan mengirim foto kedekatan mereka. Terlalu mesra untuk diartikan sebagai teman atau sahabat. Wanita dengan penampilan yang jauh lebih dewasa. Malangnya dia mengiyakan kedekatan itu. Bahkan tanpa segan dia mengaskan tak bisa menjauhi wanita itu. Dia yang bisa menolongnya dari kesulitan yang kini tengah menghimpit.

“Kau bisa apa?” tantangnya pongah

“Dia yang bisa membantuku. Aku tak hanya butuh cinta. Aku lebih butuh dia yang bisa memberiku materi,” tegasnya lagi.

Baca Juga  Menjadi Jomblo Elegan, Why Not !!!

Kamu tergugu kelu. Hatimu luar biasa perih. Dia telah berubah menjadi sosok yang tak lagi kamu kenal. Sayangnya, dia juga masih menginginkan cintamu, sementara dia tak mau menjauh dari wanita itu. Sedangkan dalam waktu bersamaan dia juga menjalin cinta dengan wanita itu. Cinta yang dijalin atas dasar manfaat.

 Aku tertegun mendengar ceritamu. Ku rengkuh tangismu dalam dekapku. Sepi. Bukan hal gampang merangkai kata dalam kondisi seperti itu.

“Ada saatnya kamu bisa memilih untuk melepaskannya. Bukan karena kamu telah menyerah kalah. Jangan biarkan hatimu tersakiti terus menerus. Mungkin luka itu sudah sedemikan kronis, hanya akan menjadi lubang di hatimu selamanya bila kamu tak segera menyelamatkannya. Jangan bebani hidupku dengan rasa sakit dan pertengkaran yang tak pernah ada ujungnya! Kamu juga berhak bahagia Dik!” bisikku pelan

“Iya Mbak, aku tahu. Aku akan melepaskannya. Aku ingin hidup tenang dan bahagia.” ucapmu menutup sore yang sendu.

Resti Dhian

Apa yang saya tulis belum tentu saya | Alumni PBSI UNY

Related Articles

Back to top button
Close
X