Asmara

Maaf Untuk Cinta yang Datang Terlambat

Kata orang cinta tak pernah salah. Dia bisa menghampiri siapa saja. Memberi torehan warna merah jambu pada jiwa yang sedang jatuh cinta. Begitu juga ketika aku menyadari bahwa rasa nyaman dan takut kehilangan itu bisa dikatakan realisasi dari cinta. Kalau cinta tak pernah salah, pantaskah kita jatuh cinta pada kekasih orang?

Jauh sebelum ini kamu memang pernah mengungkapkan rasa padaku. Namun sayang keangkuhanku saat itu membutakan hatiku. Aku tak bisa melihat ketulusan yang telah sekian lama kamu perjuangkan untuku. Kamu bergeming, masih mencoba meluluhkan hati ini. Mungkin, aku terlalu pongah saat itu. Masih teguh memberimu jawaban sama.

Penolakan berulang yang ku berikan tak lantas membuatmu jauh. Kamu masih setia di dekatku. Memastikan aku tak kekurangan satu pun. Ini ketulusan. Lagi-lagi aku tetap tak peka. Membiarkanmu tertunduk karena sebuah penolakan. Lalu dimana nuraniku saat itu? Menyia-nyiakan orang yang tulus berbuat baik dan menyayangi sepenuh hati.

Baca Juga  Inilah Soundtrack Buatmu, Yang Berhasil Move On

Kehidupan memang selalu berputar. Tak selamanya manusia akan dipeluk dengan nestapa dan kekecewaan. Setelah bertahun-tahun kamu harus menelan getir karena sikapku, kamu menemukan orang yang bisa mencintaimu dengan apa adanya. Wanita yang hatinya bisa melihat segala kelebihanmu tanya banyak bertanya. Dia yang dengan senang hati menjaga kemurnian hatinya hanya untukmu.

Sementara aku masih berkutat dengan duniaku. Berkelana dari satu hati ke hati lainnya. Aku salah besar. Toh aku juga manusia yang tak sepenuhnya bisa menuntut kesempurnaan dari orang lain. Hingga akhirnya aku sampai pada sebuah kesadaran yang harus ku bayar mahal.

Hanya kamu orang yang benar-benar sanggup membuatku merasa nyaman. Laki-laki yang mau menerima segala tingkah konyol tanpa menganggap itu sebagai suatu keanehan. Orang yang tak pernah menolak saat aku membutuhkan bantuan. Ya, semua itu pernah aku dapatkan dari kamu. Dulu.

Baca Juga  Bentengi Diri saat Musim Nikah

Aku mencintaimu. Sebuah kesadaran yang sangat terlambat. Ketika ku rasakan ada rasa perih yang menyelinap di lubuk hati ketika kamu bercerita tentang rencana indah bersama kekasihmu. Ada rasa cemburu ketika kamu menolak ajakanku untuk bertemu karena kamu tak ingin melukai hati kekasihmu. Sayangnya, aku tak memiliki kesesmpatan lagi untuk berada di posisi wanita beruntung itu. Pagi tadi dengan wajah luar biasa berbinar kamu mengantarkan undangan pernikahanmu di depan pintu rumahku.

Sekarang hanya ucapan selamat yang bisa ku berikan untukmu dan kekasihmu. Selamat untuk tanggal pernikahan kalian yang tinggal menghitung hari saja. Kamu orang yang baik, pastilah kekasihmu juga wanita baik. Aku ikut berbagia untuk pernikahan kalian. Maaf untuk cinta yang datang terlambat. Benar, penyesalan itu memang selalu datang diakhir.

Dariku yang terlambat menyadari

Resti Dhian

Apa yang saya tulis belum tentu saya | Alumni PBSI UNY

Related Articles

Back to top button
Close
X