Tangan mungilnya memasang cetakan di tanah, lalu memasukkan tanah liat basah kedalamnya hingga padat, diratakan, diciprati air dan diangkatnya cetakan itu. Selesailah sudah proses pembuatan batu bata, tinggal mengeringkan di bawah sinar matahari. Inilah aktivitas keseharian Ettikasari. Walau beraktivitas sebagai pembuat batu bata namun prestasi akademiknya tidak bisa dipandang sebelah mata, terbukti dengan diterimanya dia di prodi Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan UNY sekaligus meraih beasiswa Bidikmisi. Gadis kelahiran Klaten 23 Desember 1994 tersebut berkisah…
Kehidupan anak kost umumnya dijumpai di kota-kota besar. Latar belakang menjadi anak kost biasanya sedang merantau dan menempuh pendidikan atau bekerja bahkan malah keduanya. Bagaimanakah sesungguhnya kehidupan anak kost pada umumnya? Adakah aksi tertentu yang terasa cukup egois alias kurang memperhatikan kebutuhan orang lain? Yes. Yang anak kost, monggo sareng-sareng dikoreksi bersama tentang aksi berikut yang mungkin pernah atau bahkan kerap dilakukan dan terasa cukup egois. 1. Kurang Menjaga Kebersihan Mendiami tempat tinggal bersama dengan…
107.9 FM Magenta Radio – Standup Comedy UNY Dengan Humble Mempersembahkan Drama Comedy Cinta Putri Salju Tanggal: 13 Februari 2016 Waktu: 19.00 Tempat: Stage Tari Tedjokusumo FBS UNY HTM : 10 K Ticket Box: Magenta Radio Student Center Lt.3 Sayap Barat More Info CP: 085725761727 (Liyna) 085729648727 (Fifi) Mau Acara/Event kamu di Promosikan di UNY COMMUNITY, Media Partner’an Yuk info selengkapnya klik disini
Sebagian besar manusia atau kumpulan manusia terikat dalam suatu tujuan yang ingin selalu dicapai dalam hidup masing-masing. Tujuan tersebut lalu direfleksikan oleh manusia ke dalam wadah yang dinamai sebagai visi. Melalui visi tersebut manusia akan berjalan agar sesuai dengan alur yang dikehendaki. Namun banyak pula manusia yang tidak mempunyai visi dan berjalan layaknya “kembang tebu sek kebur keno angin”, seolah tidak tau apa yang menjadi tujuan hidupnya, sehingga tidak ada tumpuan adalah yang sering kita…
Bapak.. Lelaki pertama yang menatapku dengan penuh bangga, sekriminal apa pun laku masa kecilku dulu. Bapak tidak pernah terlalu ambil pusing melihatku berkembang dengan kenakalan ini itu. Hanya sesekali tertawa kecil dengan nada pembelaan setiap Ibu memarahiku. Lantas aku berlari meminta perlindungan sembari menangis untuk bisa segera lepas dari omelan. Bapak.. Seingatku, Bapak hanya pernah sekali mengambilkan raportku waktu kelas 1SD dulu, tapi lebih sering menandatangani saja. Ah, bagiku itu tak terlalu masalah. Seberapa pun…